Pengusaha: Upah Bukan Indikator Tunggal Kesejahteraan Karyawan

Pengusaha: Upah Bukan Indikator Tunggal Kesejahteraan Karyawan
UANG | 28 November 2020 20:00 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengatakan kesejahteraan karyawan bukan hanya dinilai dari upah kerja yang diberikan perusahaan. Pengusaha menilai kesejahteraan juga termasuk peningkatan kapasitas karyawan.

"Konteks kesejahteraan karyawan ini bukan hanya upah dan sebagainya tetapi juga proses membuat mereka memiliki kapasitas agar menjadi lebih produktif," kata Ketua Komite Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial untuk Upah Apindo, Aloysius Budi Santoso, dalam webinar Strategi Ketenagakerjaan Menghadapi Bonus Demografi dan Perkembangan Industri, Jakarta, Sabtu (28/11).

Budi melanjutkan makna kesejahteraan karyawan harus diperluas dari yang dipahami saat ini. Kompensasi menurutnya bukan satu-satunya tolak ukur kesejahteraan karyawan.

Sebuah perusahaan juga harus bisa membuat pegawai memiliki kehidupan yang seimbang. Membuat karyawan nyaman dan merasa perusahaan rumah keduanya. "Membuat karyawan ini merasa perusahaan sebagai rumah kedua karena priuk makan bersama," kata dia.

Baca Selanjutnya: Peningkatan Kapasitas Genjot Produktivitas...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami