Penjelasan Bea Cukai Soal Temuan Harley Davidson di Pesawat Garuda Indonesia

UANG | 11 Desember 2019 10:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menceritakan kejadian awal penangkapan onderdil motor Harley Davidson ilegal di pesawat Garuda Indonesia. Dia mengkonfirmasi Garuda Indonesia telah meminta kepada Bea Cukai untuk melakukan proses kegiatan pemeriksaan kepabeanan pada saat pesawat tiba.

Hasil pemeriksaan Bea Cukai terhadap pesawat tersebut pun tidak menemukan adanya pelanggaran kepabeanan dan barang kargo lain pada bagian kabin cockpit dan penumpang pesawat (sesuai document cargo manifest: nil cargo).

"Memang betul bahwa Garuda telah menyampaikan izin atau surat pemberitahuan kapal. Ada juga cargo manifest yang di dalamnya kosong, ada juga daftar penumpang. Itu sudah disampaikan Bea Cukai," ujar Heru di Jakarta, ditulis Rabu (11/12).

Namun, Bea Cukai kemudian menemukan adanya beberapa koper bagasi penumpang dan 18 koli yang keseluruhannya memiliki claimtag sebagai bagasi penumpang di bagian lambung pesawat.

Adapun temuan Bea Cukai terhadap bagasi penumpang adalah berupa koper yang telah dilakukan pemeriksaan, dan ditemukan adanya barang-barang keperluan pribadi penumpang.

Sedangkan pemeriksaan terhadap 18 koli tersebut, ditemukan 15 koli berisi sparepart motor Harley Davidson bekas dengan kondisi terurai, dan 3 koli berisi 2 unit sepeda Brompton kondisi baru beserta aksesoris sepeda.

"Koli yang 18 itu memang belum pernah disampaikan. Pesawat sendiri sudah diimpor untuk dipakai, tidak ada masalah. Terkait pesawat, cargo nil, dan yang kita dalami sebatas koli aja," jelas Heru.

1 dari 1 halaman

Ancaman Pidana 1 Tahun

Heru menyatakan, pemerintah bisa menjatuhkan pidana kepada direksi PT Garuda Indonesia, akibat kasus penyelundupan onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton di dalam pesawat.

"Ini kemungkinan bisa kesalahan biasa atau pidana. Kalau pidana namanya pidana penyelundupan. Ada sanksinya, ya hukumannya pidana," ujar dia di Jakarta, ditulis Rabu (11/12).

Adapun lama masa kurungan yang dijatuhkan tergantung bentuk kesalahan yang diperbuat, paling cepat 1 tahun penjara. "Tergantung tingkat kesalahannya. Bisa mulai dari 1 tahun. Kita lihat kesalahannya seperti apa," imbuhnya.

Pemerintah bersama dengan Komite Audit Garuda Indonesia kini terus melanjutkan proses penyidikan terhadap kasus penyelundupan ini. Laporan final terhadap pengangkutan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton Ilegal ini pun diharapkannya bisa segera rampung.

"Ya kita sama-sama dengan Komite Audit Garuda melakukan pendalaman lanjutan, itu yang kita lakukan sekarang. Jadi mohon bisa sabar menunggu perkembangannya," imbuhnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Bea Cukai Ancam Pidana Direksi Garuda Indonesia 1 Tahun Akibat Selundupkan Harley
Pramugari Garuda Ceritakan Skandal dan Diskriminasi Selama Masa Jabatan Ari Askhara
Selundupkan Harley Davidson, Eks Dirut Garuda Indonesia Bisa Dipidana
Awak Kabin Garuda Buka Peluang Polisikan Dirut & Direksi Selundupkan Harley
Menko Luhut Minta Masyarakat Tak Berspekulasi soal Masalah Garuda Indonesia
Mantan Dirut Garuda Indonesia Punya Jam Tangan Mewah, Harganya Capai Rp8,5 Miliar

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.