Penjelasan Garuda Indonesia Soal Surat Larangan Dokumentasi di Pesawat

UANG | 16 Juli 2019 11:44 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Maskapai Garuda Indonesia menjelaskan mengenai beredarnya surat larangan untuk mengambil gambar atau dokumentasi kegiatan di pesawat. Dalam surat pengumuman tersebut tercantum bahwa baik penumpang maupun awak kabin tidak diperbolehkan mengambil foto di dalam pesawat.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, surat tersebut merupakan edaran internal perusahaan yang belum final yang seharusnya belum dikeluarkan dan tidak untuk publik. Garuda Indonesia telah menyempurnakan surat edaran dimaksud yang berisi imbauan agar penumpang menghormati privasi penumpang lain dan awak pesawat yang sedang bertugas.

"Imbauan tersebut dimaksudkan untuk memastikan seluruh operasi penerbangan Garuda Indonesia comply dengan aturan dan perundangan-undangan yang berlaku termasuk UU Penerbangan dan UU ITE, dan UU terkait lainnya," kata Ikhsan melalui keterangan resminya, Selasa (16/7).

Garuda Indonesia berkomitmen untuk menjaga privasi seluruh penumpang dan awak pesawat. Himbauan ini juga didasarkan atas laporan, saran dan masukan pelanggan/penumpang yang merasa tidak nyaman dan terganggu dengan adanya pengambilan gambar dan kegiatan dokumentasi tanpa izin sebelumnya dari yang bersangkutan.

Hal ini juga wujud komitmen Garuda Indonesia terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku dan sebagai upaya untuk melindungi hak kenyamanan dan hak privasi seluruh penumpang dalam pesawat.

"Penumpang tetap dapat melakukan pengambilan gambar untuk kepentingan pribadi misalnya melakukan swaphoto selama tidak mengganggu kenyamanan atau merugikan penumpang lain," jelasnya.

©2019 Merdeka.com

Dalam surat yang telah ditandatangani oleh Pjs. SM. FA Standardization & Development Evi Oktaviana di Jakarta pada 14 Juli 2019 tertulis larangan untuk penumpang maupun awak kabin tidak diperbolehkan mengambil foto di dalam pesawat.

"Menindaklanjuti arahan dari manajemen, kepada seluruh awak kabin diinformasikan sebagai berikut: Tidak diperbolehkan mendokumentasikan segala kegiatan di pesawat, baik berupa foto ataupun video oleh awak kabin ataupun penumpang," tulis dalam pengumuman tersebut.

Lebih lanjut, awak kabin harus menggunakan bahasa yang "assertive" (tegas) dalam menyampaikan larangan kepada penumpang untuk point 1 di atas, kecuali sudah mendapatkan surat izin dari perusahaan. Ketiga, perusahaan akan memberi sanksi jika terjadi pelanggaran terhadap ketentuan di atas.

Baca juga:
'Garuda Indonesia Harus Dijaga Marwahnya'
Hanura Nilai Ada Politisasi di Balik Sengkarut Masalah Garuda Indonesia
Serikat Karyawan Minta Manajemen Garuda Indonesia Fokus Perbaiki Kinerja
BEI Tunggu Perbaikan Laporan Keuangan Garuda Indonesia Hingga 26 Juli
Habib Sholeh: Ucapan Terima Kasih Pak Jokowi di Pesawat Garuda Hal Wajar
Penjelasan Garuda Indonesia soal Ucapan 'Terima Kasih Pak Jokowi' di Badan Pesawat

(mdk/azz)