Penjelasan Kemenkeu soal Indonesia Telah Alami Resesi Ekonomi

Penjelasan Kemenkeu soal Indonesia Telah Alami Resesi Ekonomi
UANG | 25 September 2020 11:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyoroti kegaduhan isu yang menyatakan Indonesia akan terjerumus ke lubang resesi pada kuartal III-2020. Secara sederhana, resesi diartikannya melalui pengertian rule of thumb Julius Shiskin, yakni kontraksi produk domestik bruto (GDP) secara tahunan selama dua kuartal berturut-turut.

"Resesi ini kan kalau dipahami itu biasanya kita supaya gampang pakai rule of thumb, kalau dalam 2 kuartal berturut-turut negatif. Kenapa perlu rule of thumb, karena secara substansial resesi enggak segampang itu," jelas dia dalam sesi webinar, Jumat (25/9).

Dia menambahkan, definisi resesi secara substansial sebenarnya tidak sesimpel itu. Menurut dia, resesi merupakan proses perlambatan ekonomi secara keseluruhan.

Berkaca pada sejarah, Indonesia disebutnya pernah mengalami kontraksi ekonomi dalam pada kurun waktu 1997-1998. Tapi setelah itu, Febrio menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif positif.

Namun, Febrio berpendapat, perhitungan resesi di Indonesia masih lemah lantaran jarang memainkan data terkini. Sebagai perbandingan, dia mencontohkan Amerika Serikat.

"Tapi perekonomian kita beda dengan di negara maju. Kita sering ngikuti Amerika Serikat, karena data mereka bagus. Tiap bulan bisa keluar data pengangguran berapa, kita cuma 2 kali setahun. Jadi mereka bisa mengatakan reesesinya bulan berapa," tuturnya.

Baca Selanjutnya: Terkoreksi Sejak Kuartal 1-2020...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami