Penjelasan Lengkap KPC PEN soal Vaksin Gratis dan Berbayar

Penjelasan Lengkap KPC PEN soal Vaksin Gratis dan Berbayar
vaksin corona. ©REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
EKONOMI | 12 Juli 2021 20:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Raden Pardede buka suara terkaid dua cara mendapatkan vaksin Covid-19. Cara pertama adalah mengikuti program vaksin gratis dan cara kedua adalah dengan ikut ambil bagian dalam program vaksinasi gotong royong atau berbayar.

Dia menjelaskan, untuk program vaksin gratis diberikan kepada semua penduduk Indonesia. Distribusi dan vaksinasi sekarang sudah diberikan kepada masyarakat luas umur 12 tahun ke atas.

"Sasaran vaksin gratis ini dimulai dari Nakes, Lansia, kemudian masyarakat umum," jelas dia seperti dikutip Senin (12/7).

Pasokan vaksin gratis hingga akhir 2021 diperkirakan mencapai 440 juta dosis berbagai merek seperti, Sinovac, astraZenega, Novavax, Phizer, Moderna. Untuk itu, pemerintah mengajak penduduk Indonesia untuk mencapai imun komunitas atau Herd Immunity pada 2021 dengan mengikuti program vaksinasi gratis ini.

Sedangkan cara kedua yaitu dengan vaksinasi gotong royong. Vaksin yang digunakan dalam program ini adalah vaksin produksi Sinopharm.

"Saat ini supply masih terbatas namun diperkirakan, ketersediaan vaksin sekitar 15-20 juta dosis," Kata Raden.
Program ini berbayar dan telah ditetapkan dengan harga Rp 321.660. Vaksin Gotong Royong diperuntukkan kepada karyawan perusahaan yang mampu membayar.

Adapun sasaran lainnya program vaksinasi gotong royong adalah individu yang mau, termasuk di airport atau pemegang paspor asing yang bertujuan supaya semua orang yang berada di Indonesia divaksinasi.

Khusus bagi Warga Negara Asing (WNA), pilihannya hanya vaksin gotong royong yang berbayar.

Sedangkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI), vaksin program gratis tetap tersedia. Namun bila pilihan masyarakat ingin vaksin berbayar, maka dipersilakan untuk ikut vaksin gotong royong.

2 dari 2 halaman

Dapat Lampu Hijau Pemerintah

Pemerintah Indonesia memberikan lampu hijau bagi Kimia Farma untuk menyediakan vaksin Covid-19 berbayar. Total harganya relatif mahal, yakni Rp879.000.

Vaksin berbayar di Indonesia berasal dari program Vaksin Gotong Royong. Klinik milik Kimia Farma rencananya akan menyalurkan vaksin tersebut, namun ditunda setelah muncul protes keras, termasuk dari ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri.

"Tujuannya pelaksanaan vaksinasi semakin cepat. Masyarakat semakin banyak pilihan," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Ekspresi Anak-Anak saat Disuntik Vaksin Covid-19
Update Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Per 12 Juli 2021
Saham Kimia Farma Melonjak 12 Persen Meski Vaksin Berbayar Ditunda
Dikritik DPR soal Vaksin Berbayar, Ini Jawaban Menkeu Sri Mulyani
Soal Vaksinasi Berbayar, Darius Sinathrya Minta Pemerintah Pertimbangkan Ulang

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami