Penjelasan Menkeu Sri Mulyani Soal Dampak PSBB DKI Pada Pertumbuhan Ekonomi RI

Penjelasan Menkeu Sri Mulyani Soal Dampak PSBB DKI Pada Pertumbuhan Ekonomi RI
Menkeu Sri Mulyani. ©Biro KLI Kemenkeu
UANG | 15 September 2020 17:15 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kementerian Keuangan terus melakukan pengawasan dampak diberlakukannya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020. PSBB dilakukan Pemprov DKI Jakarta lantaran jumlah kasus positif di Ibu Kota meningkat utamanya melalui perkantoran.

"Pada dasarnya kita sekarang sedang melakukan monitoring dan melihat data data berhubungan dengan pergerakan seiring dengan pemberlakuan PSBB mulai 14 September oleh Pemerintah DKI," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam video conference di Jakarta, Selasa (15/9).

Dia mengatakan, PSBB dilakukan kali ini berbeda dengan dilakukan pada awal Maret lalu. Di mana, saat ini sekitar 25 persen dari total pekerja di suatu instansi diizinkan WFO.

"Artinya PSBB sekarang berbeda dengan situasi pada Maret dan April yang waktu itu berikan situasi di mana seluruh kegiatan masyarakat terhenti. Sekarang kita melihat skalanya menurun," kata dia.

Baca Selanjutnya: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami