Penjelasan Menteri Erick Soal Pemberian Dana Rp152 T ke BUMN

Penjelasan Menteri Erick Soal Pemberian Dana Rp152 T ke BUMN
UANG | 29 Mei 2020 15:21 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyoroti perbincangan beberapa pihak soal stimulus yang dikucurkan untuk BUMN di tengah pandemi Corona. Tercatat, pemerintah memberikan dana Rp152 triliun untuk beberapa BUMN, meliputi pencairan piutang, dana talangan dan penyertaan modal negara (PMN).

Erick bilang, sebagian besar dana yang diterima adalah piutang BUMN selama 3-4 tahun yang belum dibayarkan oleh negara, yang nilainya mencapai lebih dari Rp90 triliun.

"Makanya, BUMN awalnya minta ke pemerintah, tolong utangnya dibayar, nilainya kan kelihatan tinggi, kemudian ribut BUMN dikasih Rp150 triliun, tapi jangan lupa Rp90-an triliun lebih ini utang pemerintah yang 3-4 tahun belum dibayar," ujar Menteri Erick dalam diskusi virtual, Jumat (29/5).

Menteri Erick melanjutkan kebanyakan piutang negara tersebut berasal dari perusahaan sektor energi, seperti listrik dan bahan bakar minyak, sehingga penting untuk roda ekonomi apalagi pertumbuhan dunia usaha.

"Listrik, kalau listriknya ada masalah tidak ada pertumbuhan ekonomi apalagi dunia usaha. Bensin juga, meskipun sekarang turun drastis karena lagi pada di rumah, kan tetap ada hal yang perlu bensin dan solar," jelasnya.

Selain itu, sektor pertanian dan perkebunan seperti perusahaan pupuk juga perlu diperhatikan karena berkaitan dengan pangan masyarakat.

1 dari 1 halaman

Sisa Dana Berbentuk Pinjaman

berbentuk pinjaman rev2

Sisanya, kata Menteri Erick, ialah dana talangan yang memang diberikan namun dengan status pinjaman. Artinya, ketika perusahaan yang dapat dana talangan sudah bisa bangkit dan menjaga profitabilitas, dana tersebut harus dibayarkan kembali.

"Lalu yang dapat PMN itu Permodalan Nasional Madani, Jamkrindo, Askrindo, Hutama Karya untuk infrastruktur di Sumatera, nah kenapa, karena logistik musti jalan nggak hanya di Jawa tapi juga di Sumatera karena di sana penduduknya juga besar," ujarnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Bank Mandiri Restrukturisasi Kredit 292.000 Nasabah, Terbesar Dari UMKM
Erick Thohir: 100 Persen BUMN Siap Jalankan Protokol Kenormalan Baru
Bank Mandiri Siap Buka 75 Persen Kantor Cabang di Fase Kenormalan Baru
Setelah 8 Tahun, Krakatau Steel Mampu Raup Laba Hingga Rp 1,08 Triliun
Mulai 1 Juni 2020, Citilink Terapkan Prosedur New Normal
ADB Setujui Utang USD 300 Juta Tambah Kapasitas Listrik PLTP di Pulau Jawa
Sambut New Normal, Produsen Pupuk Perketat Prosedur Pencegahan Covid di Area Pabrik

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5