Penjelasan Sri Mulyani soal Penurunan Penyaluran Dana Alokasi Khusus

UANG | 16 Juli 2019 19:48 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kementerian Keuangan mencatat telah terjadi penurunan realisasi penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK). Penurunan terjadi baik di penyaluran DAK Fisik maupun DAK Nonfisik.

Hingga 30 Juni 2019, realisasi penyaluran DAK Fisik sebesar Rp5 triliun atau 7,21 persen dari pagu alokasi. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan realisasi periode yang sama di tahun 2018 yang mencapai Rp7,7 triliun atau 12,43 persen dari pagu alokasi.

"Untuk mendorong realisasi penyaluran DAK Fisik Tahap I, Kementerian Keuangan telah melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada daerah secara langsung maupun melalui Kementerian Teknis terkait," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (16/7).

Sementara untuk realisasi penyaluran DAK Nonfisik sampai dengan 30 Juni 2019 mencapai Rp61,44 triliun atau 46,89 persen dari pagu alokasi. Realisasi ini menurun bila dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp62,67 triliun atau 50,77 persen dari pagu alokasi.

Penurunan ini disebabkan oleh adanya perubahan mekanisme penyaluran Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) yang semula disalurkan sekaligus menjadi 2 tahap (semesteran).

"Penyebab lainnya adalah optimalisasi penggunaan sisa dana DAK Nonfisik di rekening kas umum daerah," jelasnya.

Untuk meningkatkan realisasi penyaluran DAK Nonfisik, kata dia, Kementerian Keuangan bersama dengan kementerian/lembaga pengampu telah berupaya mendorong daerah melalui sosialisasi, rekonsiliasi, dan kegiatan lainnya agar segera menyampaikan laporan DAK Nonfisik.

Baca juga:
Hingga Juni 2019, Pemerintah Jokowi Salurkan Bansos Rp 70 Triliun
Pemerintah Sudah Salurkan Dana Transfer Daerah dan Dana Desa Rp 403 Triliun
Penerimaan Cukai Hingga Juni Rp 66 Triliun, Baru 40 Persen dari Target 2019
Pemerintah Habiskan Rp 71,88 Triliun untuk Subsidi Energi Hingga Juni 2019
Menteri Basuki Beberkan Sebab Penyerapan Anggaran Semester I Rendah, Baru 26 Persen

(mdk/idr)