Penjualan Rumah di Atas Rp6 Miliar Tetap Tinggi di Tengah Pandemi

Penjualan Rumah di Atas Rp6 Miliar Tetap Tinggi di Tengah Pandemi
UANG | 29 Mei 2020 20:13 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya, mengatakan sektor properti sedang terkena guncangan di tengah wabah covid-19. Namun kondisi ini, menurutnya, tidak akan selamanya.

"Makanya sektor properti harus preparing juga, bersiap ketika COVID-19 selesai dan masyarakat daya belinya naik lagi, seperti setelah krisis 1998," dalam MarkPlus Industry Roundtable sektor Properti, Jumat (29/5).

Hal serupa juga disampaikan oleh President Director Summarecon Agung Adrianto Adhi. Dia menyatakan bahwa di masa sekarang, supply di industri properti ini jauh lebih banyak dari demand. Terutama di kuartal satu 2020 demand hanya menyentuh angka 60 sampai 70 persen aja.

"Padahal di 2019 pertumbuhan properti Summarecon Agung sendiri saja mencapai Rp4,1 triliun dari target Rp4 triliun. Memasuki 2020 terutama di era COVID-19 sudah pasti calon konsumen menunda pembelian rumah mereka," kata Agung.

Kendati begitu, Agung mengatakan meskipun secara industri menurun, beberapa developer tetap bisa menikmati penjualan rumah secara signifikan. Rumah di atas harga Rp6 miliar sampai Rp7 miliar masih berjalan.

"Rumah di dengan harga Rp1,2 miliar sampai Rp1,5 miliar juga masih menunjukan performa walau terkoreksi," kata Agung.

1 dari 1 halaman

Direktur Marketing Ciputra Residence, Yance Onggoh, menambahkan bahwa peminat properti rumah terutama landed house masih potensial. Karena Ciputra Residence baru-baru ini berhasil menjual unit-unit produk baru.

Yance menyebutkan salah satu strateginya adalah dengan menjual secara online. Dengan melakukan lelang melalui aplikasi Zoom atau online. Yance pun tak menyangka kalau peminatnya luar biasa.

"Seperti contoh perumahan Citra Maja Raya berhasil membukukan Rp130 miliar dengan harga rumah rata-rata Rp250 juta. Sedangkan CitraGarden Puri Jakarta Barat dengan rata-rata harga Rp2,5 miliar berhasil membukukan Rp55 miliar," pungkas Yance.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Pandemi Covid-19 Jadi waktu yang Tepat Beli Rumah, Ini Sebabnya
Pengembang South City Sumbang Ribuan Alat Tes Corona dan Sembako di Tangerang
Gandeng Nobu Bank, Meikarta Beri Layanan Proses KPA 1 Hari
Industri Properti Butuh Restrukturisasi Kredit Redam PHK Dampak Corona
Pengusaha Dorong Ada Restrukturisasi Kredit Sektor Properti
Genjot Ekonomi Saat Corona, Pengusaha Buat Kajian Optimalkan Sektor Properti
Kontribusi Sektor Properti RI Pada Pertumbuhan Ekonomi Terendah di Asia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5