Penurunan Harga Gas Beri Penghematan Signifikan Bagi Industri Pupuk

Penurunan Harga Gas Beri Penghematan Signifikan Bagi Industri Pupuk
UANG | 4 Juli 2020 18:08 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mengapresiasi langkah Pemerintah yang telah menetapkan harga gas bagi sejumlah sektor industri. Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Peraturan Menteri No 8 Tahun 2020 tentang Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri dan Keputusan Menteri ESDM No 89K/10/MEM/2020, yang mengatur penyesuaian harga gas untuk beberapa sektor industri menjadi USD 6 per mmbtu.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat mengatakan, penurunan harga gas berdampak positif bagi sektor industri, termasuk industri pupuk. Kebijakan tersebut memberi manfaat efisiensi yang cukup signifikan terhadap ongkos produksi, yang pada akhirnya mengurangi beban subsidi Pemerintah untuk komoditas pupuk.

"Dipatoknya harga gas di angka USD 6 per mmbtu hingga di titik serah pengguna gas, juga akan berdampak terhadap peningkatan daya saing industri pupuk. Maka dari itu, Pupuk Indonesia Grup sangat mengapresiasi kebijakan Pemerintah tersebut," kata Aas lewat keterangannya, Sabtu (3/7).

Dia menyebut harga gas industri yang harus ditanggung oleh Pupuk Indonesia Grup jauh di atas USD6 per mmbtu sebelum keluarnya Peraturan Presiden No. 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas. Harga ini kemudian mengalami penurunan hingga di bawah USD 6 per mmbtu pasca keluarnya Perpres tahun 2016 tersebut.

Hanya saja, harga tersebut belum berlaku secara merata untuk semua anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero). Kini dengan terbitnya Permen ESDM No 8 Tahun 2020 dan Kepmen ESDM No 89K/10/MEM/2020, maka seluruh produsen yang tergabung dalam Pupuk Indonesia Grup dapat menikmati ketetapan harga gas tersebut.

Aas mengungkapkan, sejak diberlakukannya aturan tersebut, pihaknya mencatat realisasi manfaat penurunan harga gas terhadap penghematan subsidi pupuk yang cukup signifikan. "Diperkirakan, dalam setahun penghematannya bisa mencapai Rp1,4 triliun jika menghitung berdasarkan tonase subsidi pupuk saat ini yang mencapai 7,9 juta ton. Dampak tersebut cukup signifikan. Karena komponen biaya gas memiliki porsi mencapai 70 persen dalam struktur biaya produksi," kata Aas. (mdk/did)

Baca juga:
Pupuk Indonesia Catat Salurkan 483 Ton Beras Premium ke ATM Beras Besutan Kementan
Ringankan Beban Masyarakat Terdampak Covid, Pupuk Indonesia Sebar 623 Paket Sembako
Hingga 28 Juni 2020, Pupuk Indonesia Telah Salurkan 4,7 Juta Ton Pupuk Subsidi
Ramai-Ramai BUMN Tagih Utang ke Pemerintah
DPR Setuju Pemerintah Cicil Utang ke Pupuk Indonesia Rp5,7 Triliun Tahun Ini
Tak Dilunasi Sejak 2017, Utang Pemerintah ke Pupuk Indonesia Bengkak Jadi Rp17,1 T
Pupuk Indonesia Perkuat Digitalisasi di Era New Normal, Termasuk di Aspek Produksi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami