Penyaluran Subsidi Pemerintah Capai Rp21,4 Triliun di Kuartal I-2021

Penyaluran Subsidi Pemerintah Capai Rp21,4 Triliun di Kuartal I-2021
Sri Mulyani. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu
UANG | 22 April 2021 16:38 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat, realisasi belanja subsidi pemerintah hingga kuartal I-2021 mencapai sebesar Rp21,4 triliun. Angka ini meningkat sebesar 14,3 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya Rp18,7 triliun.

"Belanja subsidi dan ini yang menikmati seluruh rakyat Indonesia subsidi kita dari Rp18,7 triliun tahun lalu ke Rp21,4 triliun, naik 14,3 persen," katanya dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (22/4).

Dia merinci, pemberian subsidi sebesar Rp21,4 triliun ini terdiri dari subsidi solar sebanyak 2,2 juta kiloliter, minyak tanah 79,01 ribu kiloliter, dan LPG 1,16 miliar kilogram. "Dalam hal ini itu yang dinikmati oleh masyarakat secara langsung," imbuhnya.

Dia melanjutkan, pemberian subsidi lainnya juga ditujukan kepada listrik yang diberikan kepada 27,3 juta pelangan dengan 11,6 tWh, subsidi bunga perumahan untuk masyarakat berpendapatan menengah 1.736 untit rumah, subsidi bunga kur kepada 1,6 juta debitur dengan nilai Rp58,5 triliun, serta subsidi pupuk sebanyak 1,9 juta ton.

"Ini semua Rp21,4 triliun sekali lagi juga belanja APBN yang langsung dinikmati oleh masyarakat," jelasnya.

Kemudian belanja lain-lain, juga dikeluarkan sebesar Rp9,2 triliun untuk 17,96 juta masyarakat PBPU/BP menerima bantuan JKN senilai Rp115 miliar, untuk mengcover selisish terutama dari kelas III. Serta untuk 2,4 juta masyarakat mengikuti program prakerja dan mendapatkan bantuan cash sebesar Rp8,5 triliun. (mdk/azz)

Baca juga:
Data Kemenkeu: Defisit APBN Tembus Rp144 Triliun Hingga Kuartal I-2021
Sri Mulyani: Anggaran Pemda Rp182,33 Triliun Mengendap di Bank
TMII Tak Dapat Dukungan APBN Sejak 1998, Ini Penjelasan Kemenkeu
Pendanaan Penyelenggaraan Transplantasi Organ Bersumber dari APBN dan APBD
Kemenkeu: Defisit 2020 Capai 6,1 Persen Tapi Lebih Rendah Dibanding Malaysia
Wamenkeu Sebut APBN 2021 Dirancang untuk Genjot Konsumsi Masyarakat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami