Penyebab Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Bergelombang

Penyebab Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Bergelombang
Pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek II. ©Liputan6.com/Bawono Yadika
EKONOMI | 12 Desember 2019 13:50 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto mengakui bahwa pengerjaan kontruksi penyambungan dua sisi jembatan atau expansion joint (siar muai) jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Elevated belum begitu sempurna. Sehingga hal ini mengakibatkan kontur menjadi sedikit bergelombang.

"Di mana yang expansion sambungan itu tidak akan sempurna. Tapi kita upayakan semaksimal mungkin," katanya saat ditemui di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (12/12).

Sebagai informasi, expansion joint merupakan bahan yang dipasang di antara sambungan yang terdapat di badan jembatan. Sambungan ini berfungsi untuk mengakomodasi gerakan yang terjadi saat dilintasi kendaraan.

Dia pun meminta agar pengendara yang akan melintasi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II harus tetap menjaga batas aman kecepatan, yaitu 60 kilometer per jam. Hal ini untuk meminimalisir dampak buruk yang terjadi di lapangan.

"Beberapa kali saya coba kecepatan rata-rata 80 km/jam seperti design speed tidak begitu terasa. Kalau kendaraan kecil atau shock breaker tidak begitu maksimal perbedaan pasti ada, hanya masalah kenyamanan," jelasnya.

"Namun berlangsungnya waktu nanti ada uji coba penilaian SPM atau penyempurnaan kecil dari tol. Tujuan utamanya adalah pengurangan waktu tempuh dan mengurangi tingkat kemacetan dan memecah arus di tingkat existing," sambungnya.

2 dari 2 halaman

Tarif Tol Masih Digodok

Sugiyartanto mengatakan untuk besaran tarif jalan tol layang sendiri masih akan diperhitungkan. Mengingat pihaknya ingin melihat sejauh mana kendaraan yang akan melintasi jalan tol layang terpanjang se-Indonesia tersebut.

"Baru dihitung (tarifnya) masih kita diskusikan karena perlu ada model yang lewat atas berapa persen stimulasinya," katanya saat ditemui di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (12/12).

Secara besaran pihaknya juga masih ingin melihat respon dari masyarakat setalah dioperasikan dan diuji cobakannya jalan tol ini. Setelah itu baru pihaknya melakukan pembahasan tarif untuk difungsikan secara operasional.

"Penetapan tarifnya nanti setelah finalisasi kan ada hitung-hitungannya yang tau tarif biasanya konseptornya," katanya.

Sementara itu dia menambahkan, jalan tol layang ini khusus diperuntukan untuk kendaraan jarak jauh. Sehingga, ini menjadi alternatif bagi masyarakat Jakarta yang ingin melintas ke arah Bandung. (mdk/azz)

Baca juga:
Diresmikan Hari Ini, Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek Masih Dihitung
Diresmikan Besok, Tol Layang Jakarta-Cikampek Tak Langsung Dibuka untuk Umum
Bos Jasa Marga: Tol Layang Jakarta-Cikampek untuk Jarak Jauh
Korlantas Polri Pastikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Sudah Layak Beroperasi
Menhub: Pengoperasian Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Mundur jadi 20 Desember
Tol Layang Jakarta - Cikampek Kurangi Kemacetan 30 Persen

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami