Penyebab Suburnya Fintech Ilegal di Indonesia, Termasuk Mudahnya Bikin Aplikasi

Penyebab Suburnya Fintech Ilegal di Indonesia, Termasuk Mudahnya Bikin Aplikasi
UANG | 3 Juli 2020 12:25 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi atau SWI mencatat ada 2.591 entitas yang melakukan kegiatan fintech peer to peer lending ilegal yang tidak terdaftar di OJK sejak 2018. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat setelah masyarakat dihadapkan pada kondisi sulit akibat pandemi Covid-19.

Ketua SWI, Tongam L Tobing angkat suara penyebab tingginya jumlah fintech ilegal di Tanah Air. Menurut dia, suburnya fintech ilegal saat ini diakibatkan oleh proses pembuatan aplikasi yang cukup mudah.

"Ini banyak contohnya. Di mana pembuat aplikasi fintech ilegal yang sudah terciduk atau kita tangkap, akan membuat aplikasi baru dengan nama berbeda," ujarnya dalam video conference via Zoom, Jumat (3/7).

Selain itu, perluasan akses media bisnis membuat gerak fintech ilegal kian masif. Sebab saat ini tidak hanya lewat sosial media, namun juga sudah merambah short message service (SMS) atau pesan singkat.

Alhasil aplikasi fintech ilegal tidak hanya dapat diunduh melalui playstore namun mereka juga menyebarkan link unduhan melalui pesan SMS. Sehingga masyarakat banyak yang dapat mengunduh aplikasi fintech ilegal tersebut karena kemudahan akses yang ditawarkan.

"Padahal keberadaan fintech ilegal di tengah pandemi Covid-19 sangat merugikan bagi masyarakat. Sebab, pinjaman yang diberikan dikenai bunga sangat tinggi dan jangka waktu pinjaman pendek," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Google untuk mendeteksi sejak dini pergerakan aplikasi fintech ilegal tersebut. Tak hanya dengan Google, SWI juga menjalin kerja sama dengan Kemenkominfo untuk pemblokiran serta Bareskrim Polri untuk penindakan hukum.

"Tapi memang para pelaku yang melakukan kegiatan pembuatan aplikasi-aplikasi ilegal dalam rangka fintech lending ini sangat aktif. Terlebih masyarakat juga kerap termakan penawaran yang tidak rasional," keluhnya.

Baca Selanjutnya: 105 Fintech Ilegal Selama Juni...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami