Penyesuaian Tarif Ojek Online untuk Daerah di Luar Jakarta

UANG | 20 Januari 2020 12:48 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Ketua Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono mengatakan, penyesuaian tarif transportasi online (ojek online) hanya diperuntukkan kepada daerah-daerah. Nantinya, pemerintah daerah yang akan mengatur besaran penyesuaian tarif tersebut.

"Penyesuaian tarif itu hanya diberikan kepada daerah-daerah, kota, kabupaten atau provinsi. Artinya gini teman-teman di daerah tidak merasa tarif ketinggian atau kerendahan. Jadi memberikan kesempatan kepada teman-teman di daerah memiliki tarif sendiri," katanya saat dihubungi merdeka.com, Senin (20/1).

Untuk tahap pertama, ada beberapa daerah yang didorong pihaknya untuk segera melakukan penyesuaian, di antaranya Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Nantinya masing-masing daerah akan menentukan tarif mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 348 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat Yang Dilakukan Dengan Aplikasi.

"Untuk daerah nanti ada perbedaan mungkin ya. Karena sesuai dengan kondisi pendapatan masyarakat di daerah," imbuhnya.

Terkait dengan realisasi penyesuaian tarif, pihaknya tidak memberikan batas waktu tertentu kepada Kementerian Perhubungan. Terlebih, kesiapan ini bukan hanya berada di pusat saja melainkan ada di pemerintah daerah.

"Pemerintah daerah juga harus siap untuk mengkaji bersama teman-teman daerah maupun mengkaji pertama aplikator di daerah. Jadi kita tidak memberikan deadline kapan tidak. Kesiapan dari daerah saja," jelas dia.

1 dari 1 halaman

Disesuaikan 2 Minggu Lagi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bahwa dalam waktu dua minggu ke depan akan ada penyesuaian tarif dari transportasi online (ojek online). Dalam waktu dekat Kementerian Perhubungan akan mengajak diskusi dari pihak penyedia aplikasi dan mitra pengemudi untuk membicarakan penyesuaian tarif tersebut.

"Mungkin akan kita lihat dalam dua minggu ke depan, ya kalau mau adil ya sekitar satu bulan," kata Menhub Budi dikutip dari Antara, Minggu (19/1).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, mengatakan ada beberapa faktor dalam penghitungan tarif transportasi online. Salah satu faktor yang menyebabkan kemungkinan kenaikan harga adalah adanya hitungan asuransi yaitu BPJS Kesehatan.

"Sebelumnya sudah ditinjau juga dalam aturan, dan mungkin juga kenaikan dianggap wajar, ya sudah tidak apa-apa, kita bicarakan," katanya.

Seperti diketahui, tarif ojol untuk Zona I (Sumatra, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek) Rp1.850 - Rp2.300 per km dengan biaya minimal Rp7.000 - 10.000. Sedangkan Zona II (Jabodetabek) mulai Rp2.000 - Rp2.500 per km dengan biaya minimal Rp8.000 - Rp10.000. Kemudian untuk Zona III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya) mulai Rp2.100 - Rp2.600 dengan biaya minimal Rp7.000 - 10.000. (mdk/azz)

Baca juga:
Kementerian Perhubungan Beri Sinyal Tarif Ojek Online Naik 2 Minggu Lagi
Demo Hapus Tarif Zona, Massa Ojek Online Datangi Kementerian Perhubungan
1.500 Personel Amankan Demo Ojek Online di Depan Istana Negara
Cerita Driver Ojol Bawa Penumpang Gaib, Serem Bikin Merinding
Cerita Driver Ojek Online Diajak Bercinta Pemesan di Indekos
Driver Ojol Ini Rela Tempuh 200 KM untuk Kembalikan Dompet Mahal Penumpang

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.