Per 31 Agustus, Defisit APBN Tembus Rp500 Triliun

Per 31 Agustus, Defisit APBN Tembus Rp500 Triliun
UANG | 22 September 2020 11:58 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Kementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Agustus 2020 mencapai Rp500,5 triliun atau sekitar 3,05 persen dari PDB. Angka tersebut mencapai 48,2 persen dari target Perpres 22 tahun 2020.

"Posisi Agustus kita sudah mencapai defisit Rp500,5 triliun atau 3,05 persen dari GDP. Ini adalah kenaikan defisit cukup besar dibanding tahun lalu," ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Jakarta, Selasa (22/9).

Sri Mulyani merinci, pendapatan negara hingga akhir bulan lalu mencapai Rp1.034,1 triliun. Angka tersebut mencapai 60,8 persen dari Perpres 72 2020 yang menjadi landasan pengelolaan APBN tahun ini.

"APBN sampai 31 Agustus posisi kita pendapatan negara mencapai Rp1.034,1 triliun atau 60,8 persen dari Perpres 72 yang menjadi landasan APBN 2020. Dalam hal ini realisasi tahun lalu berarti terjadi kontraksi sebesar 13,1 persen," paparnya.

Untuk penerimaan perpajakan mencapai Rp798,1 triliun, angka ini 56,86 persen dari total target tahun ini. Namun demikian, angka ini mengalami kontraksi sebesar 13,4 persen dibandingkan penerimaan perpajakan tahun lalu yang akhir Agustus mencapai Rp921,5 triliun.

"PNBP kita sebesar Rp232 triliun, itu juga kontraksi 13,5 persen dibandingkan dengan PNBP tahun lalu. Meskipun PNBP ini sudah mencapai 78,9 persen. Sementara itu, penerimaan hibah mencapai Rp4 triliun," kata Sri Mulyani.

Baca Selanjutnya: Belanja Negara...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami