Per Agustus 2020, PHK Sektor Manufaktur Tertinggi Capai 1,8 Juta Pekerja

Per Agustus 2020, PHK Sektor Manufaktur Tertinggi Capai 1,8 Juta Pekerja
buruh wanita di pabrik sharp karawang. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman
UANG | 20 Januari 2021 14:43 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan, pandemi Virus Corona membuat pengangguran meningkat di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga Agustus 2020.

"Jumlah tenaga kerja industri manufaktur menurun tajam selama pandemi, berkurang 1,8 juta orang pada Agustus 2020 dibanding Agustus 2019," ujar Faisal, Jakarta, Rabu (20/1).

Penurunan jumlah tenaga kerja industri manufaktur tersebut tertinggi dibandingkan sektor lain. "Penurunan tertinggi dibanding sektor lain. Memang ada sektor lain yang menurun, konstruksi, pengolahan mengalami penurunan," jelas Faisal.

Faisal mengatakan, tingkat utilisasi industri manufaktur secara umum turun drastis dari 75 persen saat sebelum pandemi menjadi 40 persen saat pandemi.

"Setelah kuartal II 2020, utilisasi sektor industri manufaktur sedikit meningkat tapi baru disekitar 50 persen. Masalah pengangguran adalah isu sentral saat kita mengalami pandemi ada gelombang PHK," tandasnya.

Baca Selanjutnya: Jokowi: Kita Dihadapkan Besarnya Pengangguran...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami