Per Juli, OJK Catat Aset Penjaminan Syariah Tumbuh 36,82 Persen

Per Juli, OJK Catat Aset Penjaminan Syariah Tumbuh 36,82 Persen
UANG | 17 September 2020 19:26 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bisnis penjaminan syariah masih bertumbuh di tengah pandemi Covid-19. Pertumbuhan itu terjadi berkat adanya fatwa 118 tahun 2018 yang dikeluarkan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Pedoman Penjaminan Simpanan Nasabah Bank Syariah.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan saat ini terdapat 2 perusahaan penjaminan syariah, 1 unit usaha syariah perusahaan penjaminan syariah dengan skala nasional, dan 4 unit usaha syariah perusahaan penjaminan skala provinsi.

"Total aset penjaminan syariah per Juli 2020 Rp 2,59 triliun. Ini masih kecil dibandingkan nasional, meski ada kenaikan 16,59 persen year to date atau 36,82 persen year on year. Cukup besar kenaikannya, namun porsi masih kecil," ungkap Wimboh dalam sesi webinar, Kamis (17/9).

Wimboh juga menginformasikan, baki debet pembiayaan usaha produktif yang dijamin hingga Juli 2020 mencapai Rp 14,34 triliun. Sementara baki debet pembiayaan bukan produktif yang dijamin menyentuh Rp 17,87 triliun. Jumlah tersebut naik dibandingkan pencapaian akhir 2019 lalu yang sebesar Rp 15,80 triliun.

"Ini kenaikannya luar biasa, dan bentuk bagaimana upaya kita agar terus menerus sehingga porsi penjaminan syariah bisa lebih besar," kata Wimboh.

Baca Selanjutnya: OJK Matangkan Ekosistem Syariah...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami