Per Maret 2019, GO-JEK Buka 2 Juta Lapangan Kerja

UANG | 11 April 2019 20:13 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - GO-JEK Indonesia terus mengukuhkan posisi sebagai aplikasi on-demand dengan jumlah pengguna aktif bulanan terbanyak di Indonesia sepanjang 2018. Tidak hanya itu, mengutip data GO-JEK, perusahaan start up tersebut juga telah mempekerjakan sebanyak 2 juta driver hingga Maret 2019.

Founder dan Global Ceo GO-JEK, Nadiem Makarim, mengatakan pihaknya bangga atas kepercayaan pengguna dan mitra driver yang kemudian membuat aplikasi anak bangsa tersebut unggul diantara pesaing terdekatnya di Indonesia.

"Kami bangga dan bersyukur atas kepercayaan para pengguna dan mitra-mitra kami. Data App Annie, membuktikan penetrasi GO-JEK sebagai aplikasi anak bangsa, mengungguli pemain e-commerce serta pesaing terdekat di Indonesia," ujarnya di Jakarta, Kamis (11/4).

"Pencapaian ini merupakan realisasi dari misi GO-JEK untuk memberikan solusi kehidupan sehari-hari kepada masyarakat Indonesia. Teknologi GO-JEK kini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat," sambungnya.

Saat negara-negara lain ada ketakutan teknologi menggantikan orang, di Indonesia justru berbeda. Melalui GO-JEK, teknologi merangkul jutaan masyarakat supaya bisa punya akses pada pendapatan yang lebih baik, akses pada layanan dan produk dan jasa keuangan serta akses pada pelanggan.

"Teknologi GO-JEK dimanfaatkan oleh banyak orang yang sebelumnya tidak mengenal smartphone," kata Nadiem. (mdk/bim)

Baca juga:
Menko Luhut Bangga GO-JEK Sumbang Rp 44 Triliun ke Perekonomian Indonesia
Menkominfo Soal Go-Jek Jadi Decacorn: Saya Bangga!
Gojek Susul Grab Jadi Startup Decacorn
Riset Berikan Status Decacorn, ini Respons GO-JEK
GO-JEK Gelar Pelatihan P3K Hingga Manajemen Keuangan Bagi Driver
Go-Jek Bantah Dua Petinggi Go-Viet Hengkang
4 Deretan Tuntutan Usai Tarif Ojek Online Dinaikan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.