Peran Bank Indonesia dalam Meningkatkan Ekonomi Syariah

UANG | 13 November 2019 15:09 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo membeberkan beberapa langkah kinerja bank sentral dalam mendorong keuangan ekonomi syariah. Salah satunya yakni BI telah mengeluarkan insentif berupa sukuk bunga jangka pendek.

"Kalau BI, kami sudah terbitkan sukuk BI. Dari sukuk pemerintah jangka panjang, kami terbitkan yang jangka pendek supaya jadi pengembangan pasar uang syariah dalam jangka pendek sebagai underline sukuk 1 dan 3 bulan sehingga pasar uang syariahnya berkembang," kata Perry saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (13/11).

Tak hanya pada sukuk bunga bank indonesia, pihaknya juga telah memberikan relaksasi ketentuan makropudensial terkait dengan pembiayaan aturan pembiayaan loan to value (LTV) maupun financing to value (FTV).

"Bagi masyarakat yang ingin punya rumah atau mobil sekarang uang mukanya lebih murah, termasuk uang muka untuk pembiayaan syariah," imbuh Perry.

1 dari 2 halaman

Mobilisasi Wakaf dan Zakat

Kemudian kebijakan BI selanjutnya guna mendorong ekonomi syariah yakni memobilisasi wakaf dan zakat. Di mana Bank Sentral dalam dua tahun sudah mengadopsi pembiayaan zakat dan wakaf melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS).

"Zakat kini tidak perlu bawa uang untuk bayar. Yang diperlukan hanya HP sekarang di masjid, mal bayar zakarnya cukup pakai HP menggunakan QRIS ditempel sehingga bisa masuk lewat uang elektronik, rekening bisa langsung masuk ke masjid dan pesantren untuk pembayaran zakat," sebutnya.

Di samping itu, pihaknya juga tengah fokus menggalakan mata rantai ekonomi halal. Di antaranya adalah mengembangkan ekonomi berbasis pesantren. Sejauh ini, BI sudah menggandeng sebanyak 250 pesantren untuk mengembangkan ekonomi di lingkungan tersebut.

"Dan kami tidak hanya mengembangkan produksinya ada pertanian, pengolahan limbah, sampai kegiatan-kegiatan UMKM, tapi juga kembangkan market place untuk pemasaran bersama produk-produk dari berbagai pesantren," jelas dia.

2 dari 2 halaman

Pengembangan UMKM

Sementara untuk pengembangan UMKM, sejauh ini sudah terdapat 898 UMKM binaan BI yang diarahkan untuk mendukung perkembangan ekonomi syariah. Para UMKM tersebut berperan dibidang fashion tradisional, kerajinan hingga lainnya.

"Setiap tahun kami selenggarakan karya kreatif Indonesia dan kami hubungkan UMKM kami dengan desainer fashion konvensional dan pakaian muslim termasuk juga produk UMKM pesantren kami kembangkan bersama asosiasi industri fashion center dan asosiasi pengembangan fashion dan kawasan industri lainnya sehingga menjadi mata rantai ekonomi halal," tandas dia. (mdk/idr)

Baca juga:
Ma'ruf Amin Minta Indonesia Jadi Produsen Produk Halal
Perkuat Ekonomi Syariah, Pemerintah Akan Revisi Perpres KNKS
BI : Ekonomi Syariah Akan Jadi Arus Baru Perkembangan Ekonomi RI
BI Dorong Pesantren untuk Go Digital
BI Gandeng BPS Hitung PDB Halal Indonesia
Bank Indonesia Inisiasi Pembentukan Holding Pesantren

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.