Perbaiki ekonomi, Rizal Ramli tantang Jokowi kurangi impor baja China

UANG | 5 Oktober 2018 22:12 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Koalisi Prabowo-Sandiaga prihatin dengan kondisi ekonomi Indonesia yang saat ini dianggap menuju krisis. Oleh karena itu, koalisi oposisi ini mendesak pemerintah Jokowi-JK mengambil langkah tepat untuk menyelamatkan negara.

Tim ekonomi Prabowo-Sandiaga, Rizal Ramli mengatakan, sebetulnya ada optimisme untuk ekonomi Indonesia lebih baik lagi. Asalkan, kata dia, ada keberanian dari pemerintah Jokowi.

Menurut dia, saat ini kondisi ekonomi Indonesia masuk kategori lampu merah. Rizal ibaratkan ekonomi kita seperti sebuah badan manusia yang kurang suplemen.

"Badan kita tidak sehat, antibodi kurang kuat, karena itu virus kita bisa sakit. Tapi tidak fair kalau semua menyalahkan ke faktor internasional, Itali, Turki, The Fed. Kita introspeksi diri kita sendiri. Ambil langkah-langkah supaya tradisi ini berkurang," kata Rizal.

Hal tersebut diungkapkan Rizal saat koalisi Prabowo-Sandiaga menggelar jumpa pers menyikapi perkembangan ekonomi terkini. Hadir dalam acara itu, Capres Prabowo Subianto, dan Tim ekonomi yakni Rizal Ramli, Fuad Bawazier, Sri Edi Swasono, Ecki Awal Muharram, Eddy Soeparno dan Fary Djami Francis.

Rizal pun menantang pemerintah tak cuma fokus kurangi impor barang yang kecil saja. Tapi yang kelas kakap, sehingga bisa memperbaiki ekonomi.

Rizal pun menyayangkan keputusan pemerintah yang hanya membatasi impor lisptik, bedak dan tasbih. Memang berpengaruh, tapi dampaknya kecil untuk meningkatkan ekonomi Indonesia. Menurut dia, kebijakan itu hanya mengurangi USD 5 miliar dalam satu tahun.

Oleh sebab itu, Rizal menantang pemerintah mengurangi 10 impor besar. Salah satunya yakni impor baja dari China.

Kata Rizal, baja China banyak dijual murah di Indonesia. Itu sangat berdampak, karena produk lokal kalah bersaing hingga mengakibatkan rugi.

"Tentu China keberatan, kita lobilah, katanya pemerintah dekat dengan China, lobi dong presiden Jin Ping. Jangan terlalu banyak karena kalau Indonesia krisis, China juga kena, tolong kurangi impor," kata Rizal.

Kedua, Rizal juga minta Pemerintah Jokowi melobi Perdana Menteri Jepang Shinjo Abe terkait impor mobil. Ini yang menurut Rizal juga mampu mengatasi gejolak ekonomi Indonesia.

"Jadi saya minta pemerintah jangan beraninya sama yang kecil-kecil, lipstik, tas, baju, beraninya sama yang kecil. Tentu dengan lobi bicara dengan Perdana Menteri Abe," tambah Rizal Ramli lagi.

Rizal juga memberikan solusi agar seluruh hasil ekspors masuk ke sistem keuangan negara. Dua memberikan contoh Thailand, dahulu hasil ekspor yang masuk hanya lima persen, kemudian aturan diubah hingga sekarang bisa 95 persen.

"Kita bisa lakukan, kita minta Jokowi keluarkan Perppu, saya yakin DPR setuju. Karena ini buat kebaikan semua," jelas Rizal.

Dia pun sebagai bagian dari oposisi mengatakan, siap membantu memberikan solusi bagi pemerintah. Hal itu, menurut Rizal, juga perintah dari Prabowo Subianto, untuk terus membantu pemerintah agar ekonomi Indonesia lebih baik.

"Karena kita enggak mau Indonesia rusak, kami enggak mau Indonesia krisis beneran. Siapapun yang menang jadi presiden April, masalahnya bertumpuk. Jadi Pak Prabowo ingatkan kita berbesar hati, para pakar ekonomi sumbang sama pemerintah karena kita mau kompetisi fair yang adil," tutup Rizal. (mdk/rnd)

Baca juga:
Sandiaga yang minta dokter Gamal gantikan Ratna Sarumpaet di Jurkamnas
Gerindra persilakan Berkarya pakai simbol Soeharto kampanyekan Prabowo-Sandi
Fahri bilang Prabowo dibohongi rakyat, Mahfud MD dibohongi negara
Hindari cukong, Sandiaga jual saham perusahaannya demi Pilpres 2019
Cara Sandiaga pikat milenial yang alergi politik
Prabowo diminta pencitraan naik motor, tapi selalu menolak
Kubu Jokowi minta publik bedakan hoaks Ratna Sarumpaet dan pencapresan Prabowo

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.