Percepat Vaksinasi, Pemerintah Tak Ingin Hanya Bergantung Vaksin Covid-19 Impor

Percepat Vaksinasi, Pemerintah Tak Ingin Hanya Bergantung Vaksin Covid-19 Impor
Kejar 100 Ribu Suntikan per Pekan, Ridwan Kamil Berharap Pasokan Vaksin Lancar. ©2021 Merdeka.com
UANG | 17 April 2021 16:00 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyatakan, pemerintah tidak ingin hanya melakukan impor vaksin. Pemerintah akan terus mencari jalan untuk bisa pengadaan vaksin secara mandiri.

Menteri Erick yang juga Ketua Tim Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19 mengatakan, peluang kerjasama vaksin bersama swasta tentu saja harus sesuai dengan standar diberikan oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO, serta mekanisme yang ada di Indonesia.

"Nah inilah yang kita coba fokuskan di mana targetnya 70 persen masyarakat Indonesia bisa divaksin," katanya dalam acara MilenialHub 2021, secara virtual Jumat (17/4).

Menteri Erick menambahkan, jika program vaksinasi nasional bisa dipercepat maka bisa menjadi game changer bagi Indonesia. Setidaknya bisa mengurangi angka kematian dan penularan Covid-19.

"Alhamdulillah kita sudah total vaksinasi ini 16 juta di mana kurang lebih 11 juta vaksinasi pertama yang 6 juta vaksinasi kedua," jelasnya.

Meski begitu, Menteri Erick mengaku tidak begitu puas dengan upaya vaksinasi dunia. Sebab, negara-negara Eropa memproteksi distribusi vaksin-vaksin tersebut.

"Kita juga menjadi terjepit ya. Alhamdulillah kita masih punya sekarang," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Uji Klinis Fase 1 Vaksin...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami