Perdagangan Indonesia Masih Surplus di Tengah Pelemahan Ekonomi Dunia

Perdagangan Indonesia Masih Surplus di Tengah Pelemahan Ekonomi Dunia
UANG | 8 Juni 2020 13:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pandemi corona yang merebak di lebih dari 120 negara berdampak buruk pada ekonomi dunia. Bahkan, organisasi moneter dunia atau IMF dalam World economic outlook pada bulan April 2020 memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini akan tumbuh negatif sebesar (-) 3 persen.

Tak hanya itu, perdagangan dunia juga diperkirakan akan turun tajam menjadi negatif 11 persen. Bahkan WTO meramalkan perdagangan dunia akan terhempas sangat dalam yaitu antara negatif 13 persen sampai dengan negatif 32 persen.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Srie Agustina menyebut bahwa meski demikian, neraca perdagangan Indonesia periode Januari – April 2020 masih tercatat surplus sebesar USD 2,24 juta.

"Ternyata surplus ini disumbang bahwa ekspor ke dunia mencapai USD 53,95 miliar, naik tipis sebanyak 0,44 persen secara tahunan atau YoY, namun impor mengalami penurunan 7,78 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya dengan total USD 51,71 miliar," jelasnya di Jakarta, Senin (8/6).

Srie menjelaskan bahwa impor bulan April 2020 menurun sebesar 6,1 persen dibanding bulan Maret, dari USD 13,4 miliar menjadi USD 12,5 miliar. Selain itu, dibanding tahun lalu, impor April 2020 menurun cukup dalam yakni minus -18,6 persen.

Sedangkan jika dilihat berdasarkan golongan penggunaan barang, impor Indonesia dari dunia selama periode Januari-April 2020 terdiri dari bahan baku dengan pangsa pasar sebesar 75,5 persen, barang modal dan konsumsi masing-masing dengan pangsa sebesar 15,1 persen dan 9,4 persen.

Baca Selanjutnya: Nilai Impor...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami