Perhatikan Hal Ini Sebelum Masuk Masa Pensiun di Tengah Lonjakan Inflasi

Perhatikan Hal Ini Sebelum Masuk Masa Pensiun di Tengah Lonjakan Inflasi
INFLASI BAHAN POKOK. Merdeka.com
EKONOMI | 10 Agustus 2022 06:00 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Tingginya lonjakan inflasi saat ini tengah terjadi di beberapa negara, baik negara maju maupun berkembang. Para pekerja yang telah memasuki jelang pensiun, diingatkan kembali agar mengukur "stress test" di tengah kondisi kenaikan inflasi.

Perencana Keuangan dan Direktur Senior Strategi Perencanaan Keuangan di TIAA, Shelly Ann Eweka mengatakan, seseorang tidak bisa hanya berasumsi bahwa menaruh uang pada rekening tabungan pensiun, akan mencukupi kebutuhannya setiap tahun. Dia mengingatkan, bahwa nilai tabungan yang tersimpan pada rekening bank akan tergerus karena inflasi.

"Akan menyesakkan saat kalian pergi berbelanja online dan Anda melihat saldo tabunganmu terus berkurang, berkurang dan berkurang, meski begitu saya dorong agar semuanya tetap fokus," kata Eweka dikutip melalui CNBC, Selasa (9/8).

Senada dengan Eweka, President and CEO dari HealthView Services, Ron Mastrogiovanni, menyampaikan bahwa seseorang perlu menghitung ulang kembali jumlah pengeluaran mereka. Hal ini menjadi penting, sebab risiko kesehatan merupakan aspek kehidupan yang perlu diperhatikan saat pensiun.

"Ini sangat penting bagi orang-orang untuk mengetahui apa saja pengeluaran mereka, berapa banyak mereka mengalokasikan biaya untuk kesehatan agar mereka tetap benar-benar bisa bertahan terhadap standar hidup," ujar Ron.

Dia menambahkan, sekitar 63 persen pekerja Amerika belum menyiapkan nilai investasi saat sudah memasuki masa pensiun. Para pekerja tidak tahu seberapa besar biaya yang harus dialokasikan untuk investasi sebagai tabungan masa pensiun.

Untuk itu, Ron menyarankan agar setiap pekerja menyiapkan hal-hal sebagai berikut di masa pensiun.

1. Mengetahui antara pengeluaran kebutuhan dan keinginan saat pensiun,
2. Perkirakan pendapatan yang akan didapat dari pensiun, investasi, dan penghasilan dari pekerjaan atau pendapatan sampingan,
3. Pahami biaya untuk kesehatan di masa depan.

Baca juga:
Pemerintah Dinilai Tepat Beri Subsidi Pertalite dkk
Wamenkeu Ingatkan APBN Tak Bisa Lama jadi Penahan Kenaikan Inflasi
Inflasi RI 4,9 Persen per Juli, Wamenkeu: Harga Pangan Pendorong Utama
Wamendag Soal Ekonomi Tumbuh 5,44 Persen: Terlihat Perdagangan Rakyat Terus Meningkat
Rahasia Pemerintah Kendalikan Inflasi Indonesia di Titik Rendah
Pengaruh Mahalnya Harga Tiket Pesawat ke Inflasi Indonesia

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini