Perhatikan, Ini Ciri-Ciri Entitas Aset Kripto Ilegal

Perhatikan, Ini Ciri-Ciri Entitas Aset Kripto Ilegal
Bitcoin. ©2013 Various Artist
EKONOMI | 17 Juni 2021 16:30 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kepala Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengungkapkan beberapa ciri-ciri entitas aset kripto yang ilegal. Salah satunya yakni menawarkan bunga atau keuntungan yang besar.

Tongam melihat, rata-rata para entitas tersebut menjanjikan keuntungan tetap fixed income satu persen per hari hingga 14 persen per minggu. Dan mereka juga melakukan kegiatan-kegiatan seperti Multi Level Marketing (MLM) dengan skema piramida.

"Jadi semakin banyak yang direkrut semakin banyak Bonus," katanya dalam diskusi Mengelola Demam Aset Kripto, Kamis (17/6)

Kepala Dapartemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK ini mengatakan, umumnya para pelaku memang menawarkan keuntungan tetap dan bahkan besar. Ini dilakukan sebagai daya tarik agar masyarakat masuk ke dalamnya.

"Beberapa pelaku ini memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat kita terhadap produk dengan menciptakan kondisi dimana kita lihat saat ini banyak sekali penawaran-penawaran yang berkedok jual aset kripto," jelas dia.

Dia mencontohkan, seperti halnya investasi kripto seperti di EDCCash. Aplikasi jual dan beli aset kripto ini memberikan atau menjanjikan memmbernya dengan mendapatkan keuntungan 0,5 persen per hari, atau 15 persen per bulan.

"Lalu apa yang terjadi memang aset kriptonya ada ada di masyarakat laku begitu dijual tidak demandnya. Dan tidak ada artinya jadinya ini cenderung merupakan kegiatan kegiatan penipuan," jelasnya.

Kemudian Tongam juga menarik jauh contoh kasus yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Para pelaku menyasar petani-petani di NTB dengan menawarkan koin dengan penghasilan 300 persen per tahun. "Dan kita melihat membernya itu adalah petani petani-petani itu ditawari menjadi pembeli koin dengan iming-iming 300 persen per tahun," jelas dia.

"Oleh karena di satu sisi kita regulasi secara aktif perdagangan di sisi lain juga tidak kalah pentingnya adalah masalah kita jangan sampai terjebak pada pemasaran pemasaran yang memang sangat menggiurkan ini," sambungnya.

Sebagai catatan saja, hingga saat ini Satgas Investasi sudah membekukan kegiatan 62 entitas aset kripto yang ilegal. (mdk/azz)

Baca juga:
OJK Larang Semua Lembaga Jasa Keuangan Pasarkan Produk Aset Kripto
Mendag Sebut Perdagangan Kripto Bagian Dinamika Investasi, Banyak Untung dan Rugi
Kemendag Catat Transaksi Aset Kripto per Mei 2021 Naik 5 Kali Lipat Menjadi Rp 370 T
OJK Dorong Literasi Seiring Industri Keuangan Terus Berkembang Imbas Digitalisasi
Sri Mulyani akan Bahas Isu Mata Uang Digital di Pertemuan G20
Bos BI Haramkan Lembaga Keuangan Gunakan Kripto Sebagai Alat Pembayaran

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami