Perhatikan, Lakukan Hal Ini Agar Tak Tersetrum saat Banjir Melanda

Perhatikan, Lakukan Hal Ini Agar Tak Tersetrum saat Banjir Melanda
banjir. Merdeka.com/Arie Basuki
EKONOMI | 7 Oktober 2022 09:25 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Sejumlah wilayah di DKI Jakarta dilanda banjir pada Kamis (6/10). Menyusul, hujan deras yang mengguyur wilayah ibu kota di sepanjang hari kemarin.

Akibat banjir ini, kemacetan terjadi dimana-mana hingga Kamis malam setelah sejumlah ruas jalan tergenang air. Selain itu, tak sedikit masyarakat yang memilih untuk mengungsi lantaran kondisi rumah yang tak bisa ditempati akibat banjir.

Di sisi lain, banjir juga membuat masyarakat khawatir akan tersengat listrik. Mengingat, tak sedikit jumlah korban meninggal yang tersengat listrik saat banjir.

Lantas apa yang harus dilakukan saat banjir tiba?

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan mengimbau masyarakat tetap waspada apabila air meninggi dan menyebabkan genangan. Apabila air sudah memasuki rumah, segera matikan listrik dari kWh meter untuk menghindari bahaya tersengat listrik, karena air merupakan konduktor listrik.

Selanjutnya cabut seluruh peralatan listrik yang masih menancap dan naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman. Masyarakat bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center 123, atau datang langsung ke kantor wilayah terdekat untuk meminta petugas memadamkan aliran litrik di wilayah tersebut melalui gardu distribusi.

2 dari 3 halaman

Setelah Banjir Surut

Setelah banjir surut, masyarakat bisa membersihkan rumah, peralatan eletronik, termasuk instalasi listrik sampai kering. Penormalan listrik oleh PLN akan dilakukan apabila instalasi listrik PLN maupun warga sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik. Penyalaan listrik kembali pascabanjir akan dilakukan dengan didahului oleh penandatanganan berita acara disaksikan oleh Ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat.

"Kami juga mengimbau apabila datang hujan, jangan berteduh di dekat istalasi kelistrikan seperti tiang listrik, gardu listrik, maupun tiang lampu penerangan jalan untuk menghindari bahaya," ungkap Doddy dalam keterangannya dikutip, Jumat (7/10).

Masyarakat juga perlu menggunakan alat pengaman diri seperti sepatu boots yang kedap air apabila melewati genangan air untuk menghindari resiko terkena pecahan kaca, paku, bakteri, maupun arus listrik bocor.

3 dari 3 halaman

Arus Listrik Bocor

Arus listrik bocor bisa saja terjadi disebabkan oleh gesekan kabel listrik dengan kabel lain yang dipasang tidak sesuai aturan atau bahkan tidak memiliki izin di tiang PLN. Perlu diketahui bahwa kabel dan tiang yang berada di sepanjang jalan adalah utilitas PLN. Berbagai provider telekomunikasi, telematika dan penerangan jalan juga membentangkan kabel serta membutuhkan tiang dalam pengoperasiannya. 

"Masyarakat yang mengambil listrik ilegal langsung dari tiang juga sangat berbahaya karena kabelnya tidak standar dan sangat berpotensi menimbulkan arus bocor. Kabel ilegal yang bocor tadi bisa saja nempel di tiang sehingga tiangnya bertegangan listrik dan kalo banjir itu air di sekitarnya bisa ada aliran listriknya, sangat berbahaya," tegas Doddy. 

Doddy menambahkan, keselamatan jiwa manusia adalah hal yang paling utama. Oleh karena itu saat hujan lebat dan mengakibatkan banjir, maka listrik terpaksa dipadamkan sementara. 

Bahaya yang bisa terjadi yaitu tersengat aliran listrik karena air merupakan salah satu konduktor listrik yang bisa mengalirkan aliran listrik ke tubuh manusia. Beberapa kondisi yang menyebabkan PLN terpaksa memadamkan listrik yaitu rumah warga kebanjiran, asset PLN kebanjiran, atau rumah warga dan aset PLN kebanjiran. 

Secara rutin PLN telah melakukan inspeksi terhadap tiang dan kabel yang menjadi wewenang PLN untuk memastikan penyaluran energi listrik ke masyarakat dalam kondisi normal dan aman. Masyarakat bisa melaporkan ke PLN apabila menjumpai tiang dan kabel listrik yang membahayakan.

(mdk/idr)

Baca juga:
Ternyata Ini Penyebab PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Tips Aman dari PLN untuk Hindari Sengatan Listrik saat Banjir Melanda
Ridwan Kamil Soal Penolakan Kompor Listrik: Watt-nya Masih Tinggi Sekali
PLN Tetap Lanjutkan Uji Coba Konversi Kompor Listrik, Meski Program Dibatalkan
PLN Diminta Negosiasi Ulang Pembelian Listrik dari Swasta
PLTU Batubara Harus Segera Pensiun Agar PLN Tak Lagi Over Supply

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini