Peringatan hari kemerdekaan, BUMN kudu menjadi agen pembangunan

UANG | 17 Agustus 2015 10:18 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus menjadikan peringatan hari kemerdekaan Indonesia kali ini sebagai momentum untuk melakukan perubahan. Maka itu, BUMN harus berkomitmen keluar dari zona nyaman.

"BUMN harus berperan sebagai agen pembangunan," ujar Deputi bidang Argo Industri dan Farmasi Kementerian BUMN Zamkani saat upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke-70, di Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (17/8).

Upacara tersebut dihadiri perwakilan 19 perusahaan pelat merah, pelajar setempat, dan mantan pejuang kemerdekaan. Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Didik Prasetyo bertindak sebagai inspektur upacara.

BUMN juga menebar 500 paket bahan pokok murah di gudang Bulog Mamuju.

Setiap paket berisi beras 5 kilogram, gula pasir 2 Kg, dan minyak goreng 1 liter, dijual Rp 30 ribu atau lebih murah 70 persen ketimbang harga normal di pasaran.

Secara total, RNI bersama PT Dok Perkapalan Surabaya, dan PTPN IV, menyiapkan sebanyak 2.061 paket bahan pokok. Untuk itu, mereka harus merogoh kocek sebesar Rp 206,1 miliar atau Rp 100 ribu per paket.

"Nanti sembako ini akan disalurkan ke yang layak menerima, keluarga tidak mampu," kata Didik.

Berdasarkan pemantauan, pasar murah bahan pokok ini diserbu warga Mamuju. Salah seorang warga, Sarti (45 tahun), mengatakan, masyarakat sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Sebab, mereka bisa berhemat Rp 65 ribu untuk pembelian satu paket bahan pokok yang harga normalnya Rp 95 ribu.

"Beras 5 kg itu biasanya Rp 50 ribu, gula 2 kg Rp 30 ribu, minyak goreng 1 liter Rp 15 ribu."

(mdk/yud)