Perjalanan Karier Ari Askhara, Dirut Garuda Indonesia yang Dicopot Erick Thohir

UANG | 7 Desember 2019 07:00 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Karier I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia berakhir setelah dirinya dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Ia tersandung kasus penyelundupan komponen motor Harley Davidson dan dua buah sepeda Brompton.

Akibat masuknya barang selundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton, negara mengalami kerugian sebesar Rp532 juta sampai Rp1,5 miliar.

Ari Askhara bukanlah orang baru di perusahaan plat merah, Ia pernah menduduki posisi strategis di BUMN. Berikut ini karier Ari Ashkara, Dirut Garuda Indonesiayang dicopot Erick Thohir:

1 dari 4 halaman

Awal Karier Ari Ashkara

Ari Ashkara lahir di Jakarta, 13 Oktober 1971. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada dan pendidikan Pascasarjana (S2) Administrasi Bisnis Jurusan International Finance di Universitas Indonesia.

Perjalanan karier Ari dimulai di industri perbankan pada 1994. Saat itu ia bergabung bersama Bank Ekspor Impor Indonesia (Eksim) yang kini telah berganti nama menjadi Bank Mandiri.

Selama 11 tahun berkarir hingga tahun 2005, ia pernah menduduki posisi sebagai AVP atau Assistant Vice President di perusahaan perbankan milik negara tersebut.

Di antara 2005 hingga 2014, ia berpindah ke perusahaan multinasional, di antaranya bergabung di Deutsche Bank (Vice President), Barclays Investment Bank (Director), PetroSand Indonesia (Finance Director) dan ANZ Bank (Head of Natural Resources Indonesia).

2 dari 4 halaman

Dirut PT Pelindo III

Karier Ari Ashkara di perusahaan plat merah terbilang cemerlang. Ia menduduki posisi sebagai Direktur Keuangan Pelindo III pada Mei 2014. Pada tahun 2016 ia juga pernah ditunjuk sebagai menjadi Direktur Human Capital dan Pengembangan Sistem PT Wijaya Karya.

Pada 4 Mei 2017 ia diangkat oleh Menteri BUMN Rini Soemarno sebagai Direktur Utama PT Pelindo III. Pelindo III adalah perusahaan yang mengelola dan membawahi 43 pelabuhan umum di 7 wilayah provinsi Indonesia.

3 dari 4 halaman

Orang Lama di Garuda Indonesia

Kemudian Ari Ashkara ditunjuk menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia menggantikan Pahala N. Mansury. Penunjukkan ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 September 2018.

Di Garuda Indonesia, Ari bukanlah orang baru. Sebelum ditunjuk menjadi Dirut Garuda, ia pernah menduduki jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko di maskapai nasional tersebut pada Desember 2014 hingga April 2016.

Karier Ari Ashkara menjadi bos Garuda Indonesia berakhir, setelah dirinya dipecat oleh Menteri BUMN, Erick Thohir karena tersandung kasus penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran 1970-an yang didatangkan dari Prancis. Pemecatan tersebut usai Ari Ashkara mengaku merupakan pemilik barang selundupan tersebut.

"Saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia," ujar Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

4 dari 4 halaman

Miliki Harta Rp37,5 Miliar

Berdasarkan laman laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang diakses Liputan6.com, Ari Ashkara yang menyelundupkan onderdil Harley Davidson memiliki harta senilai Rp37,5 miliar.

Harta Ari Ashkara terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak. Untuk harta tidak bergerak, Ari Ashkara tercatat memiliki 8 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di daerah Bogor, Bekasi, Buleleng, Denpasar, Gianyar, dan Jakarta Timur dengan nilai Rp23.275.000.000.

Untuk harta bergerak, Ari Ashkara tercatat memiliki mobil Mitsubishi Pajero Sport Jeep, Mazda 6, dan Lexus dengan nilai total Rp1.370.000.000. Harta bergerak lainnya yang dia laporkan senilai Rp95 juta.

Ari Ashkara tak tercatat memiliki surat berharga, namun dia memiliki kas atau setara kas lainnya senilai Rp10.441.339.665. Harta lainnya yang dia miliki tercatat senilai Rp2.380.000.000.

Ari Ashkara tak tercatat memiliki utang. Jadi total harta kekayaan miliknya sebesar Rp37.561.339.665. Harta tersebut berdasarkan laporan pada 28 Maret 2019 untuk periodik 2018. (mdk/dan)

Baca juga:
Presiden Jokowi Minta Jangan Ada yang Mengulang Kesalahan Dirut Garuda Indonesia
KPK Siap Selidiki Jika Ada Indikasi Korupsi Penyelundupan Harley Dirut Garuda
Ternyata, Pesawat Garuda Indonesia yang Angkut Harley Tak Boleh Bawa Kargo
'Terima Kasih Pak Erick Thohir, Garuda Indonesia Tidak Butuh Direktur Kaleng-Kaleng'
Ranah Bea Cukai, Polri Tak Usut Kasus Eks Dirut Garuda Selundupkan Harley Davidson
Dirut Garuda Indonesia Ternyata Tak Dapat Izin Dinas saat Selundupkan Harley

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.