Perkembangan Teknologi Jadi Tantangan BPR di Era Digital

UANG | 3 Mei 2019 11:30 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan berbagai tantangan industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) saat ini. Menurut OJK, salah satu tantangannya adalah arus dari perkembangan teknologi yang kemudian membawa pada kecepatan informasi.

Direktur Penelitian dan Pengaturan BPR, Ayahandayani mengakui, dengan adanya perkembangan teknologi berdampak pada kebutuhan layanan perbankan khususnya BPR. Sebab, masyarakat kini sudah dimudahkan dengan internet. Melalui internet, beragam informasi dapat di akses mudah.

"Sekarang masyarakat bisa menggunakan handphone internet sehingga menuntut layanan lebih cepat. Semua langsung bisa dipegang dengan handphone bisa melakukan transaksi. Pola belanja berubah e-commerce. Sehingga BPR mau tidak mau menghadapi tantangan dengan perkembangan teknologi saat ini," katanya dalam acara Pelatihan dan Gathering Media Massa di Bandung, Jumat (3/5).

Dia mengatakan, dengan pola perubahan tersebut kemudian mengharuskan BPR untuk mengimbangi dengan perkembangan teknologi yang ada. Sebab, dari pelayanan yang sebelumnya masih dilakukan secara tatap muka kini sudah harus mulai diubah.

"Dulu dengan hubungan pendekatan baik tapi harus diimbangi dengan perkembangan teknologi. BPR harus menyadari pola perilaku kebutuhan masyarakat sudah mulai berubah,"

Ayahandayani menyebut upaya yang dilakukan adalah bagaimana BPR saat ini harus mampu mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan cepat. Untuk itu perlu adanya inovasi dan mulai sadar akan teknologi informasi.

Di samping itu, menjadi tantangan selanjutnya adalah masalah persaingan dengan lembaga keuangan lainnya. Menurut dia, adanya ketentuan Bank Umum untuk penyaluran kredit kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi irisan pasar dengan BPR.

"Selanjutnya Kredit Usaha Rakat (KUR) beririsan dengan pasarnya BPR. Ada program seperti lembaga pemerintah CSR atau BUMN memberikan kredit UMKM jadi pesaing BPR. Kondisi ini dan teknologi jadi tantangan BPR bagaimana mereka tetap tumbuh memberikan layanan di tengah persaingan ketat saat ini," pungkasnya.

Baca juga:
Sanksi Ini Menanti 722 BPR yang Belum Penuhi Syarat Modal Inti
Ditarget Berdiri Akhir 2019, BPR Syariah Tangsel Incar Nasabah UKM
OJK Ungkap 60 BPR di Jateng & DIY Belum Penuhi Modal Inti Minimum
OJK Resmi Cabut Izin BPR Bintang Ekonomi Sejahtera
OJK resmi cabut izin BPR Sinarenam Permai Jatiasih

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT