Perluas Akses Pembiayaan Ekspor, Indonesia Eximbank Jajaki Kerja Sama dengan Fintech

UANG | 9 Mei 2019 21:04 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank tengah menjajaki peluang penyaluran pinjaman kepada para eksportir melalui perusahaan teknologi finansial atau fintech. Hal ini dilakukan untuk membuka akses pembiayaan ekspor.

Direktur Eksekutif LPEI, Shintya Roesly berharap, dengan adanya perluasan akses pembiayaan bagi eksportir, LPEI atau Indonesia Eximbank dapat semakin mampu menjalankan mandatnya sebagai pendorong dan pendukung kegiatan ekpor pelaku usaha di Indonesia.

"Kita sekarang memang mandatnya bagaimana kita memperbanyak eksportir, meningkatkan kapasitas dan daya saing," kata dia, saat ditemui, di Kantornya, Jakarta, Rabu (9/5).

Dia mengatakan bahwa perluasan akses pembiayaan ekspor menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya. Kerja sama dengan fintech diyakini dapat mengatasi tantangan tersebut.

Menurut dia, penyaluran pembiayaan melalui fintech memang cenderung bersifat jangka pendek dengan nilai yang relatif kecil. Namun keuntungan yang bisa diperoleh adalah jumlah pengakses pembiayaan akan lebih banyak.

"Kecil-kecil tapi skalanya besar. Kita nggak semua eksportir skalanya dalam jumlah yang besar," ungkapnya.

Menurut dia, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pelaku fintech terkait penjajakan tersebut. Hal-hal teknis terkait pelaksanaan penyaluran pembiayaan oleh fintech masih dibahas.

"Evaluasi dari eksportir itu ya ini yang sedang kita lihat bersama sama," tandas dia.

Baca juga:
Freeport Berencana Ajukan Tambahan Kuota Ekspor
LPEI Ajak Eksportir Curi Peluang dari Perang Dagang AS - China
Bank Indonesia Sebut Pengendalian Impor Turunkan USD 2,2 M Defisit Transaksi Berjalan
Triwulan I-2019, Neraca Pembayaran RI Surplus USD 2,4 Miliar
Pedagang Minta Pemerintah Paksa Importir Keluarkan Stok Bawang Putih
Ekspor Ditarget USD 60 Juta, ini Tantangan Industri Batik Indonesia

(mdk/idr)