Perluas Pasar, Kemenkop dorong Kemitraan Usaha Besar dan Koperasi Nelayan

Perluas Pasar, Kemenkop dorong Kemitraan Usaha Besar dan Koperasi Nelayan
UANG | 31 Agustus 2020 15:21 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mendorong langkah kemitraan antara usaha besar (sebagai offtaker) dengan koperasi nelayan terus ditingkatkan, agar ikan hasil tangkapan nelayan bisa diserap pasar.

"Dengan konsep kemitraan tersebut, saya berharap sektor kelautan yang 96 persen didominasi pelaku UMKM bisa lebih efisien, ekonomis, dan produktif," kata Teten, usai meninjau salah satu offtaker produk nelayan dan pengolahan ikan di kawasan Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (31/8).

Menurutnya dengan kemitraan, ada kepastian pasar bagi hasil tangkapan nelayan di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya menginginkan agar usaha di sektor kelautan tidak dilakukan secara individu, melainkan tergabung dalam wadah koperasi.

Selain itu dengan berkoperasi, seluruh proses usaha sektor kelautan (nelayan) bisa masuk skala keekonomian. Produk sektor kelautan merupakan salah satu keunggulan Indonesia. Maka, harus dikembangkan dan perluas sisi pemasarannya.

Namun, meski pasar ekspor tengah menurun tajam di tengah pandemi Covid-19, Teten mendorong untuk memperkuat pasar domestik yang tak kalah besar dengan potensi 260 juta penduduk Indonesia. "Rantai ekonomi sektor kelautan yang terlalu panjang, harus lebih disederhanakan dan diperpendek. Sehingga, nelayan dan koperasi dapat lebih menikmati keuntungannya," ujarnya.

Terlebih lagi, sektor kelautan merupakan sektor padat karya. Dimana mampu menyerap banyak tenaga kerja, dari hulu hingga hilir. "Dengan kemitraan dengan para offtaker juga memudahkan koperasi untuk mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan," kata Teten.

Baca Selanjutnya: Mantan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami