Permudah Pengguna Jasa, Pelindo II Siapkan Platform Digital Trade Facilitator

UANG | 20 November 2019 18:47 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC, Elvyn G Masassya memiliki visi menjadi fasilitator perdagangan kelas dunia (trade facilitator). Salah satu cara mewujudkannya yaitu dengan digitalisasi pelabuhan (digital port).

Dia menegaskan, evolusi ini selain bertujuan untuk efisiensi dan meningkatkan produktivitas sekaligus mengubah persepsi mengenai pelabuhan yang selama ini erat kaitannya dengan kesangaran.

"Mengubah persepsi sangar, remang-remang, mahal, menjadi mudah, murah, cepat dan transparan. InsyaAllah tahun depan akan memasuki era baru pelabuhan," kata dia dalam sebuah acara diskusi di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (20/11).

Dia menjelaskan, saat ini salah satu isu dalam perekonomian Indonesia adalah mengenai tingginya biaya logistik (logistic cost). Oleh karena itu, inovasi harus segera dilakukan terutama di pelabuhan sebagai pintu keluar masuknya arus barang. Selain itu, di pelabuhan juga tidak hanya soal antar dan kirim barang, namun ada warehousing atau pergudangan.

"Kita harus menyiapkan sarana dan prasarana yang disebut port ekosistem. Artinya pelabuhan itu dulu berfungsi mengantar barang menjemput barang port to port, ke depan kita siapkan door to door dari pabrik ke customer dari customer ke pabrik," ujarnya.

"IPC tidak berhenti hanya sebagai pengelola pelabuhan tapi akan jadi trade facilitator," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Pelabuhan Harus Beri Energi ke Dunia Perdagangan

Dia menegaskan, pelabuhan harus ikut memberikan energi terhadap dunia perdagangan sehingga harus terbentuk suatu ekosistem yang selaras. "Dulu pelabuhan hanya sewakan tanah (land port), kemudian berkembang jadi terminal operator, next harus menjadi trade facilitator," ujarnya.

Terwujudnya trade facilitator tersebut tidak bisa lepas dari digitalisasi. Di era teknologi seperti sekarang ini, digilasasi menjadi suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindari.

"Trade Facilitator ini IPC akan memiliki flatporm ekosistem mirip-mirip dengan gojek, traveloka," ujarnya.

Dalam flatporm tersebut, nantinya pengguna jasa akan dimudahkan dalam mencari kapal hingga truk yang sesuai kriteria dan keinginannya.

"Kalau eksportir mau cari kapal di flatpor IPC bisa cari kapal disitu, bisa cari terminal disitu, bisa cari truk disitu, bisa cari gudang disitu. Namanya trade facilitator satu flatporm digital yang bisa memudahkan pengguna jasa untuk mendapatkan akses jasa pelabuhan. Inilah tren kita ke depannya," ujarnya.

Hal itu akan diwujudkan secara bertahap mulai tahun depan hingga 2024 mendatang. Dimulai dengan evolusi pelabuhan menjadi kelas dunia. "2020 world class, 2021 penguatan, 2022 value chain itu dari laut sampai ke darat, 2023 integrasi menjadi satu, 2024 terwujud world class trade facilitator. Inilah journey (perjalanan)," ujarnya.

Digitalisasi ini sangat penting sebab perusahaan harus hidup di segala jaman. Hal ini juga telah disiapkan sejak lama sebelum diimplementasikan di dalam proses bisnis pelabuhan

"Saya siapkan sejak 3 tahun lalu. Kenapa mau menuju digital port? karena kita tahu jaman berubah. Ada mega tren dimana kapal-kapal makin besar, transformasi tata kelola pelabuhan sehingga cara-cara dulu sudah old fashioned. Kita harus adaptif agile (tangkas beradaptasi) salah satunya dengan digitalisasi," ujarnya.

Saat ini implementasi digital port terus dikembangkan, dimana digitalisasi yang dilakukan mencakup kegiatan di sisi laut maupun darat atau yang disebut Front-End yang terintegrasi dengan Back-End menggunakan Entreprise Resources Planning (ERP).

Transformasi digital di IPC ini meliputi enam pilar e-channel. Terdiri dari e-Registration, e-Booking, e-Tracking, e-Payment, e-Billing dan terakhir e-Care. (mdk/idr)

Baca juga:
Strategi Pelindo II Jadikan Pelabuhan Indonesia Berkelas Internasional
Strategi Jadikan Pelabuhan Indonesia Berkelas Internasional
Holding Pelindo Diharapkan Dongkrak Standarisasi Pelabuhan RI
Jadi Wadirut Pelindo II, Hambra Samal Siapkan Holding Pelindo
Pelindo I Gandeng Perusahaan Belanda dan China Garap Fase 2 Kuala Tanjung

TOPIK TERKAIT