Pernah Luntang-Lantung Tak Punya Pekerjaan, Kini Tony Fernandes Punya 20.000 Karyawan

UANG | 8 Agustus 2019 09:00 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Pemilik AirAsia Tony Fernandes menceritakan kisah hidupnya dalam membangun karir dan memiliki banyak uang. Dikenal sebagai bos yang punya 20.000 karyawan, ternyata dulu ia juga pernah tak punya pekerjaan dan hidup luntang-lantung akibat ditolak perusahaan.

"Aku menulis lamaran ke semua perusahaan rekaman dan menanyakan lowongan di sana dan semuanya menolakku," ujar Tony dalam bukunya berjudul Flying High, ditulis Kamis (7/8).

Tony tak berhenti mencari pekerjaan. Perjalanannya pun dimulai melalui surat kabar yang mencari manajer keuangan di Virgin Television.

"Aku melamar, berpikir bahwa itu kesempatan terakhirku. Ketika surat undangan wawancara kuterima, aku merasa bahwa hidupku akhirnya akan lebih baik," jelasnya.

Tak lama menjadi manajer keuangan, Tony kemudian menjadi general manajer di perusahaan label musik yang membawanya berkenalan dengan banyak orang.

Perjalanan mimpi memiliki maskapai kemudian berawal dari perkenalan dengan orang orang baru. Tony memang menyukai pesawat terbang, bandara dan bisnis penerbangan. Dengan modal ini ia bercita-cita membuat suatu maskapai dengan biaya penerbangan murah.

Tony bersama sahabatnya Din memiliki Airasia yang menjadi perusahaan maskapai yang mewujudkan mimpi-mimpi mereka.

Perusahaan itu semula akan tamat dan dililit banyak utang hampir mencapai USD 1 juta per bulan. Maskapai berwarna merah itu, dulunya bahkan diprediksi tak punya masa depan yang jelas.

Sebelum ditangani oleh Tony, AirAsia dulunya hanya punya sedikit rute. Dia pun perlahan membangun perusahaan ini dimulai dengan mengandalkan pesawat yang masih bisa dimanfaatkan.

"Saat perusahaan mulai tumbuh lebih besar, dulu kami punya 250 anggota staf, kini tumbuh hingga 20.000," kata Tony.

Baca juga:
Pemerintah Diminta Beri Izin Air Asia Perbanyak Rute Domestik
Tak Seperti Garuda dan Lion Air, AirAsia Bebaskan Penumpang Dokumentasi di Pesawat
AirAsia Akan Transformasi Jadi Perusahaan Fintech
Inilah Maskapai Jual Tiket Pesawat Murah pada 11 Juli 2019
4 Fakta Terbaru Perkembangan Kebijakan Tiket Pesawat Diskon 50 Persen
Tak Dipanggil Pemerintah, Harga Tiket Pesawat AirAsia Disebut Sudah Murah
Bos AirAsia: Harga Avtur di Indonesia Lebih Mahal Dibanding Malaysia dan Singapura

(mdk/did)