Pertama Kali Dalam Sejarah Indonesia, Target Pajak Capai Rp2.000 Triliun

Pertama Kali Dalam Sejarah Indonesia, Target Pajak Capai Rp2.000 Triliun
pajak. ©2020 Merdeka.com
EKONOMI | 16 Agustus 2022 18:36 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menargetkan pendapatan negara dari sektor perpajakan mencapai Rp2.016,9 triliun di 2023 mendatang. Target ini hanya naik tipis atau 4,8 persen dibanding 2022.

"Perpajakan mencapai Rp2.016,9 triliun, ini pertama kali dalam sejarah Indonesia perpajakan menembus angka Rp2.000 triliun," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers: Nota Keuangan & RUU APBN 2023, Selasa (16/8).

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah memberikan estimasi pertumbuhan yang sangat sederhana (modest). Sebab, angka penerimaan pajak Indonesia selama dua tahun terakhir yaitu, 2021 dan 2022 terdapat windfall atau keuntungan dari tingginya harga komoditas.

Di mana tahun lalu atau 2021 windfall dari komoditas memberikan sumbangan Rp117 triliun, dan tahun 2022 ini lebih tinggi lagi Rp279 triliun. Selain itu, di 2022 juga ada PPS yaitu program pengungkapan pajak sukarela yang menghasilkan penerimaan Rp61 triliun.

Artinya, penerimaan pajak tahun ini ada extra revenue yang berasal dari windfall maupun PPS. Oleh karena itu tahun depan diperkirakan tidak berulang kembali.

"Komoditasnya mungkin lebih soft, maka kami memperkirakan untuk pajak dengan windfall yang lebih soft adalah di Rp1.715 triliun atau naik 6,7 persen dari tahun ini yang baselinenya luar biasa sangat tinggi karena ada PPS dan komoditi," jelas Menkeu.

2 dari 2 halaman

Bea Cukai

Sementara, penerimaan pajak dari Kepabeanan dan cukai diperkirakan mencapai Rp301,8 triliun pada 2023. Menurut Menkeu, target tersebut juga lebih rendah dibanding tahun 2022 yang sebesar Rp316 triliun.

"Lagi-lagi karena adanya aspek komoditas. Tahun ini komoditas memberikan sumbangan Rp48,9 triliun hampir Rp50 triliun sendiri. Tahun depan komoditas diperkirakan hanya memberikan sumbangan kepada bea dan cukai sebesar Rp9,0 triliun itu turun hampir 40 persen, makanya dari bea dan cukai lebih rendah dibandingkan tahun ini," pungkas Sri Mulyani.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Presiden Jokowi Paparkan Strategi Jadikan APBN 2023 Motor Penggerak Ekonomi
Pemerintah Siapkan Rp20,8 Triliun untuk Bangun Infrastruktur Ibu Kota Baru di 2023
Subsidi Energi di 2023 Hanya Rp210 Triliun, Harga BBM Pasti Naik?
2 Strategi Pemerintah Jadikan APBN 2023 Penggerak Ekonomi
Jokowi Target Angka Kemiskinan Turun Jadi 7,5 Persen di 2023
Pemerintah Anggarkan Transfer ke Daerah Rp811,7 Triliun di 2023
APBN 2023, Jokowi Siapkan Rp169,8 T untuk Tangani Pandemi hingga Stunting

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini