Pertamina: Bahan Bakar Olahan Sawit Hemat Impor USD 500 Juta per Tahun

UANG | 14 Agustus 2019 16:18 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero), Budi Santoso Syarif menyebut bahwa program pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) dari olahan sawit berpotensi menghemat anggaran impor hingga USD 500 juta per tahun.

"Dari sawit, dapat menghasilkan minyak sebesar 8,7 juta ton per tahun, dan dari hasil minyak sawit tersebut mampu mengurangi BBM hingga 160 ribu barel per hari," kata Budi Santoso dikutip Antara, Rabu (14/8).

Dia menjelaskan, 160 ribu barel BBM per hari tersebut setara dengan penghematan USD 500 juta. Saat ini, luas lahan sawit mencapai 14,3 juta hektare dengan sebesar 40,6 persennya dimiliki petani, sisanya BUMN dan perusahaan swasta.

Pertamina sudah mampu mengolah sawit menjadi bahan bakar dengan pencampuran 30 persen ke dalam BBM menjadi biodiesel 30 persen atau B30.

Selain itu pemanfaatan sawit yang berasal dari dalam negeri juga dapat meningkatkan ketahanan energi secara nasional.

Dalam kesempatan yang lain, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyebutkan tahapan uji coba bahan bakar B30 akan berakhir pada Oktober 2019. "B30 masih dalam uji coba nanti berakhir bulan Oktober," kata Arcandra.

Dia menuturkan saat ini pemerintah masih melakukan sejumlah evaluasi terkait uji coba tersebut. Hasil evaluasi akan menjadi landasan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan terkait penggunaan B30, baik untuk kepentingan transportasi, industri maupun pertambangan.

"Sekarang kami masih evaluasi sambil jalan (uji coba)," ujarnya.

Merujuk peraturan Menteri ESDM tentang kewajiban (mandatori), penggunaan B30 dijadwalkan pada Januari 2020. Penerapan mandatori itu untuk mengurangi ketergantungan impor BBM, sehingga menghemat devisa, sekaligus penyediaan bahan bakar ramah lingkungan.

B30 merupakan bahan bakar yang menggunakan 30 persen minyak sawit dan 70 persen minyak fosil jenis solar. Bahan bakar ini merupakan lanjutan dari implementasi kebijakan B20 yang berjalan sukses. Pada Juni 2019, pemerintah melakukan uji coba jalan tiga unit truk dan delapan kendaraan penumpang diesel dengan jarak tempuh 40.000 dan 50.000 kilometer. Kendaraan itu diuji coba untuk membuktikan penggunaan B30 tidak mempengaruhi kinerja mesin diesel.

Mengutip data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), penyerapan biodiesel sawit selama semester I 2019 mencapai 3,29 juta ton atau naik 114 persen dibandingkan periode tahun lalu yang hanya menyerap 1,35 juta ton.

Penggunaan B30 mampu menambah konsumsi crude palm oil (CPO) domestik antara 9-10 juta ton per tahun dan menghemat impor minyak solar sebesar 55 juta barel per tahun.

(mdk/idr)