Pertamina Beberkan Konsumsi dan Stok Bahan Bakar Saat Lebaran 2019

UANG | 14 Mei 2019 19:32 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - PT Pertamina Persero (Persero) memastikan kebutuhan Bahan Bakar Minyak ( BBM) saat Lebaran 2019 dapat terpenuhi meski mengalami peningkatan konsumsi baik untuk penerbangan maupun kendaraan.

Manager PSO Fuel Retail PT Pertamina, Agus Taufik mengungkapkan kenaikan signifikan terjadi pada konsumsi bahan bakar bahan jenis Gasoline yang terdiri dari Premium, Pertalite, Pertamax dan Akra 92, dan Turbo.

"Gasoline mengalami kenaikan sebesar 15,8 persen dari 92.593 Kiloliter perhari (Daily Objective Throughput/DOT Normal) menjadi 107.206 kiloliter hari (rerata Posko)," kata dia di kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (14/5).

Selanjutnya, yang konsumsinya meningkat adalah bakar gas atau LPG yaitu naik sebesar 15 persen dari 24.051 MT/hari menjadi 27.659 MT/hari. "Kemudian Kerosen naik sebesar 9,4 persen dari 1.494 kiloliter per hari menjadi 1.6364 kiloliter per hari," ujarnya.

Kenaikan selanjutnya terjadi pada avtur yang naik sebesar 8,3 persen dari hari biasa. "Avtur dalam hal ini terjadi peningkatan kebutuhan selama menghadapi lebaran terjadi kenaikan 8,3 persen dari 13.414 kiloliter per hari menjadi 14.524 kiloliter per hari," ungkapnya.

Sementara itu, bahan bakar minyak jenis Gasoil yang terdiri dari Solar dan Akrasol, Dexlite, dan Dex mengalami penurunan sebesar -10.4 persen dari 40.426 kiloliter har menjadi 36.226 kiloliter per hari. Penurunan tersebut terjadi karena adanya pembatasan angkutan barang.

Sementara itu, untuk stok sendiri Agus menegaskan saat ini semua jenis bahan bakar minyak berada dalam kondisi yang aman. Stok Premium 1.118.277 kiloliter dengan ketahanan 21 hari, Pertalite 1.103.505 kiloliter atau 21 hari, Pertamax dan Akra 92 909.992 kiloliter dengan ketahanan 22 hari.

Kemudian untuk tipe Turbo sebanyak 34.585 kiloliter atau ketahanan 58 hari, Solar dan Akrasol 2.104.331 kiloliter ketahanan 26 hari, Dexlite 45.305 kiloliter 27 hari, Dex 36.437 kiloliter atau 35 hari, Minyak Tanah 108.863 kiloliter atau 69 hari, LPG 369.058 metrik ton atau 27 hari dan Avtur 615.512 kiloliter atau 48 hari.

Baca juga:
Pertamina Klaim Jual Avtur Paling Murah, Sesuai Formula Pemerintah
Bos Pertamina Klaim Sudah Tidak Impor Solar dan Avtur
Pertamina Siapkan Opsi Lahan Reklamasi Bangun Kilang Tuban
Pertamina Jamin Pasokan BBM Tol Trans Jawa Aman Jelang Mudik Lebaran
BBM Satu Harga Kini Hadir di Ayamuru, Papua Barat
Anggota DPR: Laporan Keuangan Pertamina Tunggu Audit BPK

(mdk/azz)