Pertamina Diminta Cari Mitra Optimalkan Pencarian Minyak di Sumur Tua

Pertamina Diminta Cari Mitra Optimalkan Pencarian Minyak di Sumur Tua
UANG | 16 Januari 2020 18:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, keberadaan sumur minyak tua akan tetap dioptimalkan operasinya, sebab masih berpotensi menambah produksi minyak.

"Sumur tua kami tidak ingin membiarkan untuk tidak tergarap," kata Dwi, saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/1).

Menurut Dwi, sumur tua yang masih menjadi konsesi Pertamina EP tersebar di berbagai wilayah, sehingga tidak ekonomis untuk digarap. Untuk itu, SKK Migas mendorong Pertamina EP mencari mitra untuk mengaktifkan kembali sumur minyak tua.

"Pertamina EP cakupannya luas sehingga sangat marginal. Kami mendorong Pertamina EP bekerja sama dengan mitra untuk reaktivasi sumur tua," tuturnya.

Agar Pertamina EP mendapat mitra untuk menggarap sumur minyak tua, Dwi pun meminta Pertamina EP tidak memberikan syarat yang sulit untuk mitra yang berminat menggarap sumur minyak tua. "Kami minta Pertamina EP syaratnya tidak banyak, sehingga dapat menolong," tandasnya.

1 dari 1 halaman

12 Proyek Hulu Migas Beroperasi

hulu migas beroperasi

Dwi mengatakan, ada 12 proyek hulu migas dengan total investasi mencapai USD 1,4 miliar yang akan beroperasi di 2020. Dengan demikian, maka produksi minyak bertambah sebesar 7.200 barel per hari dan gas 520 MMSCFD.

"Kami laporkan 12 rencana on-stream (produksi) project," kata Dwi, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/1).

Adapun 12 proyek hulu migas yang akan beroperasi tersebut, yakni Proyek Bukit Tua dikelola Petronas, Proyek Grati Low Pressure dikelola Ophir dan Proyek Buntal 5 dikelola Medco. Tiga proyek tersebut dijadwalkan beroperasi pada kuartal pertama 2020.

Proyek Randu Gunting dikelola Pertamina Hulu Energi (PHE), Proyek Betung Compressor dikelola Pertamina EP, Proyek Sembakung Power Plant dikelola Pertamina EP, Proyek MSTE dikelola Energi Mega Persada, Proyek Melhavis dikelola Ophir. Lima proyek tersebut dijadwalkan beroperasi kuartal kedua 2020.

Proyek Cantik dikelola Sale Raya, Proyek P MP SKG-19 Compressor dikelola Pertamina EP, Proyek Peciko 8A oleh Pertamina Hulu Mahakam dan Merakesh dikelola oleh ENI. Empat proyek tersebut dijadwalkan beroperasi pada kuartal 3 2020.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
12 Proyek Hulu Migas Bakal Beroperasi di 2020
Saat Mulan Jameela Pertanyakan Status Badan Pengelola Kekayaan Migas Indonesia
Pemerintah Diimbau Pangkas Jalur Mafia Migas
Izin Investasi Migas akan Dipercepat Jadi 1 Hari
Kuota Impor Minyak Dipangkas di 2020, Pertamina Diminta Manfaatkan B30
ESDM Catat Cadangan Minyak RI Kurang dari 10 Tahun

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami