Pertamina EP: Kebakaran Hutan Tak Ganggu Operasional Perusahaan

Pertamina EP: Kebakaran Hutan Tak Ganggu Operasional Perusahaan
UANG | 18 September 2019 17:32 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Public Relation Manager Pertamina EP, Hermansyah Y Nasroen menegaskan bahwa kebakaran hutan tidak mempengaruhi kinerja perusahaan. Saat ini, semua kegiatan berjalan normal seperti biasa.

"Saat ini kegiatan operasi perusahaan masih berjalan seperti biasa, tentunya kami akan meningkatkan kewaspadaan agar dampak kebakaran tidak mempengaruhi operasional, terutama terhadap fasilitas produksi dan sumur di lokasi," ujarnya dikutip keterangan perusahaan di Jakarta.

Dia menegaskan bahwa Pertamina EP akan berupaya untuk mendukung pemerintah dalam menanggulangi kebakaran hutan yang berada di sekitar wilayah kerja Perusahaan. Hermansyah mengatakan pentingnya sinergi dengan pemangku kepentingan terkait.

"Menghadapi situasi seperti ini akan diperlukan hubungan yang intensif dengan instansi lain supaya bisa bekerjasama dan cepat bertukar informasi terbaru mengenai keadaan di wilayah kerja perusahaan, semoga kondisi karhutla dapat teratasi dan dampak bagi masyarakat luas, terutama anak- anak, dapat ditanggulangi," katanya.

Sejauh ini, Pertamina EP yang merupakan anak usaha PT Pertamina telah membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi kebakaran hutan yang terjadi di beberapa wilayah, antara lain di Provinsi Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Utara.

Di Provinsi Riau, melalui PEP Asset 1 Lirik Field, telah dilaksanakan pemasangan jembatan sementara sebagai akses jalur pemadam kebakaran di Desa Seko Lubuk Tigo, bantuan konsumsi untuk tim pemadam kebakaran selama 8 hari, sewa alat berat selama 5 hari untuk pembuatan 10 titik embung sumber air dengan luasan 2,5 m pada sekitar area kebakaran di Desa Seluti, bantuan pemadaman di Desa Seko Lubuk Tigo, Lirik di sekitar SP 2 PEP Lirik antara pukul 22.00 - 03.00 WIB.

Selain itu juga telah dibantu pemasangan rambu-rambu pencegahan pembakaran lahan di Kelurahan Ukui dan Desa Ukui 2, back up Kecamatan Koto Gasib (khususnya) dan Kabupaten Siak (umumnya) guna penanganan kebakaran di areal luar kawasan hutan (contoh pemadaman Km 6 dan lahan warga). Rencana bantuan selanjutnya yang akan dilaksanakan adalah pembagian masker di Kabupaten Pelalawan kerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Pelalawan serta pembuatan posko kesehatan di Kecamatan Koto Gasib, Siak kerja sama dengan Puskesmas Koto Gasib.

Di Provinsi Sumatera Selatan, melalui Asset 1 Ramba Field dilaksanakan pemberian bantuan pemadaman api di Desa Babat Ramba Jaya. Bantuan pemadaman karhutla di Desa 108, Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin, serta bersama Asset 2 Pendopo Field telah memberikan bantuan berupa BBM Solar 4.000 liter untuk alat berat permintaan dari pemerintah Kabupaten Banyuasin sesuai dengan arahan SKK Migas Sumbagsel.

Selain itum Asset 2 juga turut menyiagakan Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) untuk penanggulangan Karhutla di wilayah Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Titik api terlihat pada tanggal 13 September 2019 dan sampai sekarang masih dapat ditanggulangi. Tim PKD akan siaga di lokasi untuk menjaga apabila terjadi keadaan darurat di sekitar titik api.

Di Provinsi Kalimantan Utara, Asset 5 Tarakan Field melalui Organisasi Penanggulangan Keadaan Darurat Tarakan Field (OKPD) sepanjang tahun 2019 sudah membantu pemadaman karhutla sebanyak dua puluh empat titik. Seluruh pemadaman dapat ditanggulangi melalui alat dan sarana milik Tarakan Field
seperti fire truck dan fire jeep. (mdk/idr)

Baca juga:
Lifting Migas Anak Usaha Pertamina Belum Sentuh Target
Kontribusi Rp 7,46 Triliun, Pertamina EP Penyumbang Pajak Migas Kedua Terbesar 2018
Pertamina EP: Kembangkan Sumur Tua Butuh Insentif
Pertamina EP Genjot Produksi Minyak di 9 Lapangan Dengan EOR
Pertamina Bakal Gunakan CPO Untuk Genjot Produksi Minyak Sumur Tua
Gandeng Yayasan Owa Jawa, Pertamina Lepasliarkan Owa Jawa yang Terancam Punah

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami