Pertamina Minta Dukungan Alokasi Bahan Baku Kembangkan Bioavtur 5 Persen

Pertamina Minta Dukungan Alokasi Bahan Baku Kembangkan Bioavtur 5 Persen
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. ©Liputan6.com
EKONOMI | 6 Oktober 2021 12:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) berhasil mengembangkan pencampuran bahan bakar nabati dalam bahan bakar jenis avtur dengan persentase sebesar 2,4 persen. Guna mencapai target 5 persen, Pertamina meminta ada alokasi khusus bahan baku.

"Kalau sekarang mulai 2,4 persen, nanti 2,5 persen lalu 5 persen dan terus bertambah. Tentu kita harapkan ada suatu komitmen baik itu volume (sawit) yang memang dialokasikan untuk bio avtur ini," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dalam konferensi Pers Seremonial keberhasilan uji terbang menggunakan bahan bakar J2.4, Rabu (6/10).

Nicke menjelaskan, tujuan dikembangkannya Bio avtur ini merupakan komitmen Indonesia di dalam Paris Agreement untuk menurunkan emisi karbon dan net zero emission di tahun 2060, yang diterjemahkan ke dalam penurunan karbon emisi 29 persen di tahun 2030.

"Nah dalam kerangka ini Pertamina kemudian juga ikut mendukung ke arah sana. Kalau kita lihat dari UU energi yang harus dicapai oleh kita ini bukan hanya ketahanan energi saja tapi juga kemandirian energi," jelasnya.

Artinya bahwa Pemerintah harus mengeksplor sebanyak mungkin sumber energi primer yang dimiliki Indonesia yang kemudian diolah untuk diproduksi menjadi energi yang berkelanjutan. "Dalam hal ini adalah fuel dan avtur dan ini menjadi salah satu program besar di Pertamina," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

pertamina minta dukungan alokasi bahan baku kembangkan bioavtur 5 persen

Selain itu, sejalan dengan komitmen Indonesia di dalam Paris Agreement, juga telah tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 tahun 2015, terdapat kewajiban untuk melakukan pencampuran bahan bakar nabati dalam bahan bakar jenis avtur dengan persentase sebesar 3 persen pada tahun 2020, dan pada tahun 2025 akan meningkat menjadi campuran bioavtur 5 persen.

"Kita lakukan secara bertahap. Dengan dasar itu maka Pertamina sebagai BUMN tentu harus mendukung program-program pemerintah," ujarnya.

Sebelumnya Pertamina sudah mengembangkan Biodiesel 30 (B30). Dalam prosesnya pun tidak langsung B30 melainkan dimulai dari Biodiesel 2,5 persen, dan sekarang keseluruhan sudah menjadi B30.

"Sekarang masuk ke tahap kedua yaitu avtur, kita mulai dengan 2,5 persen nanti setelah turn around dari kilang Cilacap bisa kita tingkatkan menjadi 5 persen. Jadi dalam waktu dekat kita bisa memproduksi J5, kita bisa terus tingkatkan," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Airlangga Perkirakan Pangsa Pasar Bioavtur J2,4 Capai Rp1,1 Miliar
Pemerintah Uji Terbang Bioavtur di Pesawat CN235-220, Jadi Sejarah Baru
Pemerintah Harap Avtur Sawit Bisa Segera Dikomersilkan
Jelang Iduladha, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji Aman
Pemerintah Cairkan Rp1 Triliun ke Garuda Indonesia, Cuma Cukup untuk Bayar Avtur
Tiga Bandara Ini Terdampak Kebakaran Kilang Minyak Balongan
Pertamina Bakal Uji Coba Green Avtur Akhir Tahun Ini

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami