Pertamina Retail Target Buka 30.000 Bright Store di 2025

Pertamina Retail Target Buka 30.000 Bright Store di 2025
UANG | 12 Agustus 2020 11:06 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - President Director PT Pertamina Retail Iin Febrian mengatakan, pada tahun 2025 pihaknya menargetkan membuka 30.000 Bright Store dan 30 persen pendapatan SPBU berasal dari non fuel, bukan hanya dari bahan bakar saja.

Menurutnya, pengembangan bisnis Pertamina ritel non fuel sangat menarik, karena peluangnya sangat besar. Dilihat dari traffic jumlah pelanggan yang datang ke SPBU masih dikatakan cukup baik di masa new normal pandemi covid-19 ini, dibanding traffic pengguna pesawat dan pengunjung mall.

"Kenapa kita gencarkan agresif di SPBU khususnya di pada tahap awal ini karena peluangnya sangat besar, dengan kasatmata beberapa titik ramai yang sangat tinggi grafiknya katakanlah mall, bandara turun kalau di SPBU traffic-nya masih bagus dan ini peluang untuk kita kembangkan menjadi ekosistem baru di SPBU dengan mengembangkan konsep new bright store," kata Iin dalam Grand Opening 'New Bright Store' secara virtual, Rabu (12/8).

Memang tantangannya adalah bagaimana mengembangkan potensi pendapatan non fuel di SPBU, karena saat ini pendapatan non fuel hanya 4 persen. Padahal jika dilihat pendapatan store serupa mereka pendapatannya hingga 30 persenan.

Oleh karena itu, pihaknya tertantang untuk mengembangkan dengan menggencarkan pengembangan outlet Bright Store agar pendapatan di SPBU antara non fuel dan fuel bisa seimbang. Ia yakin dengan jumlah traffic orang yang datang ke SPBU untuk mengisi bahan bakar, maka bisa mendorong mereka untuk mampir ke Bright Store sekaligus.

Iin menjelaskan, sektor ritel bukan hanya sebatas menjual makanan dan minuman saja, tetapi bisa menarik daya Tarik seperti advertising, kebutuhan peralatan otomotif seperti ganti oli spare part kendaraan motor atau mobil dan lainnya.

"Kita juga akan kembangkan non fuel demand-nya cukup naik dan signifikan mengikuti sebaran SPBU," ujarnya.

Tambah Iin, saat ini outlet Bright Store berjumlah 190 outlet yang baru beroperasi, diharapkan di tahun 2025 pengembangan Bright Store secara agresif ditargetkan mencapai 30 ribu outlet. Untuk pengembangannya sendiri pihaknya akan berkolaborasi dengan pihak lain agar mempermudah pengembangan outlet.

"Ke depan di tahun 2025 kita harapkan sudah mengembangkan produk secara agresif sebanyak 30.000 outlet. Untuk pengembangan agresif ini kita tidak hanya mengelola sendiri dengan sumber daya kita sendiri, kita juga melaksanakan kolaborasi dengan banyak pihak sehingga agresivitas itu bisa berjalan dengan baik," tandasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Tingkatkan Pelayanan, Pertamina Luncurkan Layanan Terbaru Bright Store
Pertamina Optimis Target 83 Titik BBM Satu Harga di 2020 Tercapai
Penyelewengan BBM Picu Truk Tangki Terbakar di Medan
Hadirkan 83 Titik BBM 1 Harga di 2020, Pertamina Bertekad Majukan Perekonomian Bangsa
Bangun Pabrik Katalis, Pupuk Kujang Gandeng Pertamina dan ITB
ITB, Pupuk Kujang & Pertamina Joint Venture Bangun Pabrik Katalis Nasional Pertama

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami