Pertamina Sebut Harga Elpiji 3 Kg Mahal Akibat Pengecer

UANG | 11 Februari 2019 19:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, ‎mengakui harga Elpiji bersubsidi 3 kilo gram (kg) lebih tinggi ketimbang harga yang ditetapkan pemerintah, akibat pedagang pengecer. Dalam proses penyaluran Elpiji bersubsidi 3 kg perusahaan berkontrak dengan agen, kemudian Elpiji dari agen disalurkan ke pangkalan.

"Jadi berdasarkan alokasi untuk Elpiji, kami melakukan kontrak dengan kerjasama dengan agen, secara hukum, tidak ada kontrak kerjasama antara Pertamina dan Hisnawa Migas, kita kontrak sama agen," kata Nicke, saat rapat dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (11/2).

Menurut Nicke, penetapan harga Elpiji bersubsidi 3 Kg sampai tingkat pangkalan ‎berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah (pemda). Namun realisasinya, harga Elpiji bersibsidi sampai ke konsumen lebih tinggi karena membeli di tingkat pengecer.

"Kalau ada realisasi yang harganya diiluar dan lebih tinggi, di beberapa tempat, betul terjadi," tuturnya.

Direktur Jendera Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengungkapkan, kenaikan harga pada tingkat pengecer tidak bisa ditangani. Sebab pengaturan harga hanya sampai tingkat agen saja.

"Jadi, kami tuh berhenti di agen. Nah, dari agen itu ke pangkalan itu yang tidak bisa kita tangani," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pertamina: Masyarakat Temukan Pengoplosan LPG Bisa Laporkan ke 135
Penjualan elpiji 3 Kg subsidi lewat online sulitkan pengawasan
Jangan Tertipu, Ini Beda Tabung Gas Elpiji Asli dan Oplosan
Modal Rp 60.000, Warga Cipayung Oplos Elpiji 12 Kg Dijual Rp 135.000
Sejak September 2018, B20 Hemat Rp 13,25 T Devisa dari Impor Solar

(mdk/azz)