Pertamina Siapkan Opsi Lahan Reklamasi Bangun Kilang Tuban

UANG | 14 Mei 2019 15:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) masih mengalami kendala lahan dalam pembangunan kilang Tuban, Jawa Timur. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan berencana melakukan reklamasi lahan.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengatakan dalam pembangunan Kilang Tuban Pertamina membutuhkan tanah seluas 800 hektare (Ha). Lahan tersebut sebagian milik pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan sebagian milik masyarakat yang sedang dibebaskan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Kami butuh 800 hektare, yang kurang sekitar 400 hektare," kata Nicke, saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (14/5).

Menurut Nicke, dalam pembebasan lahan 23 warga di PTUN Pertamina mengalami kekalahan. Sebab itu, ada rencana pembatalan penentuan lokasi (penlok) pembangunan kilang jika kasasi yang diajukan kembali mengalami kekalahan.

"Lokasi gubernur di PTUN kan oleh 23 warga. Hari ini penlok bilang membatalkan. Kami sedang ajukan kasasi," tuturnya.

Nicke mengungkapkan, jika penentuan lokasi dibatalkan dan pembebasan lahan tidak berhasil dilakukan, Pertamina akan melakukan reklamasi untuk memperoleh lahan pembangunan Kilang Tuban. Hal ini merupakan upaya untuk membuat pembangunan Kilang Tuban tetap berjalan.

"Lahan Pertamina coba mau reklamasi, kekurangan lahan 400 hektare, itu milik LHK, kalau ini sama warga larut, maka kami akan lakukan reklamasi. Sebetulnya kami lakukan side preparation. Tapi karena penlok bilang batal, yaudah kita setop dulu," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Pertamina Jamin Pasokan BBM Tol Trans Jawa Aman Jelang Mudik Lebaran
BBM Satu Harga Kini Hadir di Ayamuru, Papua Barat
Anggota DPR: Laporan Keuangan Pertamina Tunggu Audit BPK
BBM Satu Harga Capai 127 Titik
Lifting Migas Anak Usaha Pertamina Belum Sentuh Target
Arcandra Beberkan Sebab Pertamina Gagal Kelola Blok Migas West Ganal
Program BBM Satu Harga Terus Berlanjut, Target Hadir di 160 Titik Akhir 2019

(mdk/bim)