Pertamina Ubah Bahan Bakar BBM 50 PLTD PLN Menjadi Gas dalam 2 Tahun

Pertamina Ubah Bahan Bakar BBM 50 PLTD PLN Menjadi Gas dalam 2 Tahun
UANG | 27 Februari 2020 18:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pertamina berkomitmen memasok gas untuk mendukung konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pertamina berkomitmen memasok gas 50 PLTD dalam 2 tahun.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, Pertamina dan PLN telah menyepakati pasokan dan penyerapan gas, untuk menggantikan peran BBM‎ sebagai sumber energi PLTD.

‎"Hari ini tandatangan PLN dan Pertamina. Kerjasama ini dalam bentuk supply gas dari Pertamina ke PLN, yang digunakan untuk pembangkit BBM diesel," kata Menteri Arifin, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (27/2).

Untuk tahap awal, ‎PLTD di lima lokasi akan dikonversi bahan bakarnya menjadi gas pada tahun ini. Sedangkan, target PLTD yang bahan bakarnya akan dikonversi terdapat di 50 lokasi.

Dari penggantian konsumsi BBM menjadi gas pada PLTD tersebut, ditargetkan PLN dapat menghemat hingga Rp4 triliun. "Selain penghematan biaya, juga memberikan dampak emisi yang lebih baik. Ini kontribusi terhadap pengurangan emisi yang juga jadi program kita," ungkapnya.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, Pertamina akan memasok gas sebanyak 167 MMBTU ke PLTD di 50 lokasi, dengan total kapasitas 1.870 Mega Watt (MW). ‎"Kita selesaikan dua tahun," tutupnya.

1 dari 1 halaman

PLN Hemat Rp4 Triliun

rp4 triliun rev1

PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) memprediksi akan menghemat Rp4 triliun dengan adanya perubahan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi Bahan Bakar Gas (BBG) pada 52 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Direktur Utama PLN, Zulfikli Zaini mengatakan, PLN telah melakukan identifikasi untuk memetakan perencanaan konstruksi pembangkit guna merealisasikan rencana pengoperasian PLTD yang diubah bahan bakarnya dari BBM menjadi gas. Langkah ini diambil sebagai bentuk implementasi Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 13 Tahun 2020 mengenai gasifikasi.

"Dari identifikasi tersebut, di bagi jadi lima wilayah," kata Zulkifli saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/1).

Dengan diterapkannya program penggantian konsumsi BBM menjadi gas, akan menurunkan konsumsi BBM pada sektor kelistrikan. Pada tahun lalu realisasi konsumsi BBM PLTD sebanyak 2,6 juta juta KL, dengan digantinya bahan bakar 52 PLTD menjadi BBG maka potensi konsumsi BBM yang dapat dikurangi sebanyak 1,6 juta KL sehingga PLN dapat menghemat biaya sebesar Rp4 triliun.

"Yang bisa diubah ke gas berdasarkan identifikasi 1,6 juta KL dengan estimasi pengurangan biaya operasi Rp4 triliun," tuturnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
8.823 MW Pembangkit Listrik akan Beroperasi di 2020
PLN Evaluasi Pembangkit Tua yang Bakal Pensiun
Pengusaha Australia Minat Investasi Rp34 T Usai Menko Luhut Ceritakan Omnibus Law
PLN: Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Berpotensi Rusak Gunakan B100
Ganti Bahan Bakar 52 PLTD dengan Gas, PLN Klaim Bakal Hemat Rp4 Triliun
Tekan Impor Minyak, PLN Ubah Bahan Bakar 52 PLTD Menjadi Gas Bumi dalam 2 Tahun
Cerita PLN Terangi Wilayah Indonesia Hingga Majukan Pariwisata

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami