Pertumbuhan Ekonomi RI Pernah Minus 6,13 Persen di Kuartal I-1999

Pertumbuhan Ekonomi RI Pernah Minus 6,13 Persen di Kuartal I-1999
UANG | 5 Agustus 2020 12:33 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 negatif -5,3 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi yang terendah sejak triwulan I-1999 yang pada saat itu mencapai -6,13 persen.

"Kalau kita lacak pertumbuhan ekonomi secara triwulanan, kontraksi 5,32 persen ini adalah terendah sejak triwulan I pada 1999. Jadi pada pada triwulan I-1999 pada waktu itu mengalami kontraksi sebesar 6,13 persen," ujar Suhariyanto melalui konferensi pers secara daring, Jakarta, Rabu (5/8).

Suhariyanto mengatakan, pihaknya belum akan melakukan revisi data pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini. Hal tersebut nantinya akan dilakukan pada akhir tahun sebagaimana biasanya. "Tidak ada revisi pada triwulan II. Kalau ada revisi biasanya dilakukan pada akhir tahun," jelasnya.

Dia berharap pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun ini akan membaik seiring dilakukannya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota. Namun, pertumbuhan ekonomi akan membaik apabila penanganan penyebaran pandemi Virus Corona dilakukan dengan optimal.

"Saya ajak semua membangun optimisme. Sejak adanya relaksasi PSBB di Juni sudah ada geliat dibandingkan apa yang terjadi di Mei meskipun belum normal. Jadi di triwulan III ini kita harus bergandeng tangan dan optimis sehingga ekonomi bergerak dan yang paling penting gerakan protokol kesehatan supaya Covid nya betul betul tidak menyebar kemana-mana," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Ini Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Minus 4,19 Persen
Wapres Ma'ruf: Perlu Ada Kebijakan Cegah Keterpurukan Ekonomi Lebih Dalam
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2020 Minus 4,19 Persen
Lebaran Dinilai Tak Mampu Angkat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020
Rekomendasi Bank Dunia untuk Pemulihan Ekonomi RI, Termasuk RUU Cipta Kerja
Resesi Uni Eropa Dinilai Bakal Pengaruhi Ekonomi Indonesia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami