Pertumbuhan Kredit Perbankan Bakal Tembus 12 Persen di 2019

UANG | 5 Juni 2019 15:46 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Ketua Dewan Komisoner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso optimis pertumbuhan kredit industri perbankan hingga akhir tahun 2019 dapat tumbuh di 12 persen. Salah satunya didorong oleh kredit investasi yang mencatatkan pertumbuhan tertingginya.

"Kalau kita lakukan, kita dorong kredit perbankan akan tumbuh otomatis. Bisa 12 persen plus minus 1 sampai akhir tahun," katanya saat ditemui di kediamannya, Jalan Adityawarman Nomor 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/6).

Berdasarkan data OJK hingga April 2019, kredit perbankan baru tumbuh sebesar 11,05 persen secara tahunan dibandingkan penyaluran kredit di periode yang sama tahun lalu. "Sekarang masih double digit 11 persen sekian tapi kita akan bisa 12 persen plus minus 1," ujarnya.

Pada periode tersebut, pertumbuhan kredit didorong oleh pertumbuhan kredit investasi yang mencapai level tertingginya dalam tiga tahun terakhir. Sementara risiko kredit perbankan berada pada level yang rendah, tercermin dari rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) gross perbankan sebesar 2,57 persen dan NPL net 1,15 persen.

Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 6,63 persen (yoy). Pertumbuhan DPK ditopang oleh penghimpunan deposito yang tumbuh sebesar 7,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, permodalan lembaga jasa keuangan terjaga stabil pada level yang tinggi, dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan berada pada level 23,47 persen.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 12,45 persen sepanjang 2018. Angka ini lebih besar dibandingkan pencapaian tahun lalu yang hanya berkisar 8 persen.

(mdk/idr)