Peruri Raih Laba Bersih Konsolidasian Sebesar Rp266,72 Miliar

Peruri Raih Laba Bersih Konsolidasian Sebesar Rp266,72 Miliar
UANG | 6 November 2019 16:57 Reporter : Haris Kurniawan

Merdeka.com - Sepanjang Triwulan III 2019, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menunjukkan kinerja keuangan yang positif.

Peruri berhasil mencatatkan pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp2,950 triliun atau naik 52,80 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018 yang mencapai Rp1,931 triliun. Angka ini jika dibandingkan dengan target RKAP sampai dengan September 2019 tercapai 97,89 persen.

Laba usaha konsolidasian tercatat Rp423,8 miliar atau naik 175,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018 yang mencapai Rp153,9 miliar. Jika dibandingkan dengan target RKAP sampai dengan September 2019 tercapai 118,1 persen.

Laba bersih konsolidasian tercatat sebesar Rp266,7 miliar atau naik 251,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018 sebesar Rp75,9 miliar. Jika dibandingkan dengan target RKAP sampai dengan September 2019 tercapai 135,8 persen.

EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) konsolidasian sebesar Rp681,5 miliar atau naik 90,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018 mencapai Rp356,9 miliar. Jika dibandingkan dengan target RKAP sampai dengan September 2019 tercapai 107,6 persen.

Total aset konsolidasian Peruri pada Triwulan III 2019 tercatat sebesar Rp5,55 triliun atau naik 8,12 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2018 yang mencapai Rp5,13 triliun. Jika dibandingkan dengan RKAP 2019 tercapai 101,6 persen.

"Hasil produksi pencetakan uang NKRI/Rupiah masih menyumbang kontribusi paling banyak bagi pendapatan usaha Peruri. Pendapatan usaha sampai dengan September 2019 dikontribusi oleh penyerahan hasil cetak uang kertas sebesar Rp1,99 triliun atau mencapai 67,45 persen dari total pendapatan usaha konsolidasian sampai dengan September 2019 yang mencapai Rp2,95 triliun."

"Pendapatan usaha dari pencetakan produk PP 6 non uang sebesar Rp524,56 miliar, produk domestik sebesar Rp20,71 miliar, produk internasional & logam non uang sebesar Rp34,61 miliar dan pelayanan digital sekuriti sebesar Rp327 juta," ujar Dwina Septiani Wijaya, Direktur Utama Peruri.

Transformasi Peruri ke Dalam Bisnis Digital

Ke depan, dalam rangka mengantisipasi perkembangan teknologi digital, langkah-langkah yang dilakukan Peruri adalah dengan cara memperkuat bisnis utama yaitu pencetakan uang rupiah dan dokumen sekuriti milik negara lainnya serta mengembangkan bisnis baru (new wave business) di bidang digital security.

Saat ini Peruri telah melakukan transformasi bisnis ke arah digital melalui 3 (tiga) produk unggulannya yaitu Peruri Code, Peruri Sign dan Peruri Trust yang telah resmi diluncurkan September lalu.

"Kami sangat yakin bahwa bisnis sekuriti digital akan menjadi salah satu pilar utama bisnis Peruri ke depan. Bahkan pada 2020, proyeksi pendapatan dari produk digital adalah sebesar Rp1,032 triliun. Tahun ini kami sudah banyak melakukan penjajakan bisnis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman/MoU dengan beberapa instansi seperti industri fintech, perbankan, multifinance, FMCG, farmasi dan industri lainnya," tambah Dwina. (mdk/hrs)

Baca juga:
Wajah Ruang Kreatif yang Instagramable di Blok M
Tiga BUMN Bersinergi Dorong Percepatan Program Sejuta Rumah
M Bloc, Ruang Interaksi dan Ekspresi Anak Muda
Peruri Ekspor 1 Juta Buku Paspor Sri Lanka
Peruri Berangkatkan 1.050 Orang Pada Program Mudik BUMN 2019
Peruri Resmikan Rumah Kreatif Karawang

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami