Perusahaan Asuransi Gagal Bayar, Taspen Pamer 3 Tahun Dapat Opini WTP

UANG | 27 Januari 2020 20:24 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Komisaris Utama PT Taspen (Persero), Franky Sibarani angkat bicara mengenai isu-isu yang selama ini dikaitkan terhadap perseroan. Salah satunya kinerja Taspen yang dianggap sama seperti perusahaan asuransi yang tengah bermasalah yaitu PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri.

"Belakangan ini media banyak mengulas krisis di BUMN asuransi. Isu ini terus bergulir bahkan melebar menyoroti PT Taspen mulai dari investasi yang dikatakan negatif, investasi apa saja dan peleburan ke perusahaan asuransi," ujarnya di Gedung Taspen, Jakarta, Senin (27/1).

Isu miring membuat internal, masyarakat dan peserta resah karena khawatir dananya akan diselewengkan. "Isu ini menguat dan telah menimbulkan persepsi yang tidak benar yang membuat resah internal, masyarakat dan peserta. Kami bersyukur antara jajaran direksi dan komisaris berkomunikasi, kami menjaga GCG," jelasnya.

Berbeda dengan dua perusahaan yang tengah menjadi sorotan publik, Taspen dalam tiga tahun terakhir mendapatkan opini laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). "Kami menilai direksi menjalankan upaya yang dicanangkan pemegang saham. Kami dalam tiga tahun belakangan mendapat opini WTP dari kantor akuntan publik," kata Franky.

1 dari 1 halaman

Hati-hati Dalam Investasi

Sementara itu, Direktur Utama Taspen, Antonius Kosasih mengatakan, selama ini pihaknya melakukan investasi secara prudent, berhati-hati dan aman dengan memperhitungkan secara seksama tingkat risiko yang diterima, kondisi pasar, likuiditas, imbal hasil yang optimal, serta pencadangan yang konservatif untuk menjamin kesejahteraan peserta.

"Di tengah kondisi pasar yang sangat volatile kami selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dan memprioritaskan keamanan investasi untuk mencapai manfaat yang optimal bagi para peserta," jelasnya.

"Hal tersebut menyebabkan kami berhasil mencatatkan kinerja yang positif sepanjang tahun 2019. Kenaikan laba yang signifikan ini juga mencerminkan kemampuan Taspen untuk beroperasi secara efisien dan efektif, katanya.

Untuk mendongkrak kinerja yang semakin baik, Kementerian BUMN pada 17 Januari lalu membentuk jajaran direksi baru. Adapun berikut susunan Direksi Taspen yang baru adalah sebagai berikut:

Direktur Utama: Antonius Steve Kosasih
Direktur Operasional: Mohamad Jufri
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Teknologi Informasi, dan Kepatuhan: Feb Sumandar
Direktur Keuangan: Patar Sitanggang
Direktur Perencanaan dan Akuaria: Wahyu Tri Rahmanto. (mdk/idr)

Baca juga:
Pendapatan Investasi Tembus Rp9 Triliun, Taspen Tanam Saham di 51 Perusahaan Ini
Dalam Satu Tahun Aset Taspen Naik Rp31,38 Triliun
Serahkan Putusan Peleburan ke BPJamsostek pada Pemerintah, Taspen Fokus Jaga Kinerja
Taspen Bukukan Laba Bersih Rp388 Miliar di 2019
Alasan Menteri Erick Copot Iqbal Lantaro dari Dirut Taspen

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.