Perusahaan Bakrie cari cara lunasi utang Rp 17,8 triliun

UANG | 10 Januari 2014 18:10 Reporter : Novita Intan Sari

Merdeka.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk kedua kalinya menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). RUPSLB yang digelar hari ini molor hingga lebih dari 2 jam dari jadwal semula pukul 14.00 WIB.

Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava mengatakan, RUPSLB kali ini pihaknya akan membahas 3 agenda. Pertama soal kepentingan pemegang saham, kritikal bagi company yaitu persetujuan pelunasan utang ke China Investment Corporation (CIC)

"Agenda terkait pelunasan utang ke CIC sebesar USD 1,787 miliar (Rp 17,8 triliun) bakal disetujui sehingga diharapkan akan disetujui kalau kuorum. Agenda 1 bisa approval," ujarnya sebelum acara RUPSLB BUMI di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (10/1).

Dia menambahkan, pelunasan utang ke CIC dilakukan melalui pengalihan saham di PT Kaltim Prima Coal dan Bumi Resources Mineral sebagai bagian dari penyelesaian utang kepada China Investment Coorporation (CIC) dan pembelian saham milik Kutai Timur Sejahtera di Kaltim Prima Coal oleh perseroan atau anak usaha.

Anak usaha Grup Bakrie itu akan menjual saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebesar 19 persen atau setara USD 950 juta (Rp 9,5 triliun), menjual saham BRMS sebesar 42 persen atau setara USD 257 juta (Rp 2,57 triliun), dan melakukan penerbitan saham baru atau Rights Issue BUMI yang mencapai USD 150 juta (Rp 1,5 triliun).

Berikutnya, persetujuan untuk menjaminkan dan mengalihkan sebagian besar harta kekayaan perseroan. Terakhir, perubahan struktur modal saham perseroan dan perubahan serta pengesahan seluruh anggaran dasar dan penambahan modal tanpa HMETD diundur. (mdk/noe)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.