Perusahaan Hary Tanoe ini merugi karena tayangan piala dunia

UANG | 1 April 2015 15:59 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Salah satu perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo, MNC Sky Vision menanggung rugi sebesar Rp 154 miliar pada 2014. Besarnya kerugian ini menurun dibandingkan tahun 2013 yang mencapai Rp 487 miliar.

Direktur Utama MNC Sky Vision, Rudy Tanoesoedibjo mengatakan kerugian ini diakibatkan menurunnya pertumbuhan pelanggan MNC Sky Vision pada 2014. Pertumbuhan pelanggan Tv berlangganan tersebut hanya 10 persen dan di bawah pertumbuhan tahun 2013 yang mencapai 20 persen.

Rudy mengakui melambatnya pertumbuhan pelanggan karena adanya ajang piala dunia tahun lalu. Banyak pelanggan memilih layanan TV berlangganan lain yang menyiarkan langsung tayangan piala dunia.

"Tahun 2014 dimulai karena bencana alam menimpa kami. Pada Juni lalu, piala dunia mempengaruhi keseluruhan pertumbuhan kami, di mana beberapa pelanggan memilih kompetitor kami yang menawarkan tayangan piala dunia," ucap Rudy dalam siaran persnya yang diterima merdeka.com di Jakarta, Rabu (1/4).

Rudy menyebut, pembajakan pelanggan TV berbayar menyebar dengan cepat dalam waktu 4 tahun terakhir. Meningkat dari satu juta pelanggan menjadi 4 juta pelanggan pembajakan tahun ini.

"Kita telah kerjasama dengan penegak hukum dan pengadilan untuk menangkap operator ilegal dan memastikan mereka mendapatkan hukuman," katanya.

Tahun ini, Rudy berjanji akan mengakuisisi pelanggan berkualitas tinggi dengan menawarkan layanan orientasi yang berkualitas. "Kita fokus pada pengembangan jaringan penjualan yang luas dan meningkatkan nilai," tutupnya.

(mdk/idr)