Pesan Jokowi ke pemuda RI: Bangun usaha, meskipun jualan martabak

UANG | 2 Oktober 2017 09:26 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mendorong pemuda Indonesia untuk membangun usaha yang berkembang dengan memanfaatkan gaya hidup saat ini.

"Sekarang kan menjadi gaya hidup anak-anak muda sekarang nongkrong di warung kopi dan banyak yang bawa laptop, bawa smartphone minumnya kopi hitam, bisa cappuccino atau 'blended coffee' dan rasanya sekarang juga macam-macam. Saya kira inovasi-inovasi seperti ini yang ke depan merupakan peluang besar kita," kata Presiden seperti dikutip dari Antara, Senin (2/10).

Secara langsung, Kepala Negara mengajak pemuda juga untuk membuka usaha yang mengenalkan produk Indonesia mendunia. Salah satunya seperti jualan martabak. "Coba loncatlah. Meskipun jualan martabak, tapi ya bisa meloncat. Kan ya martabak internasional,seperti itu loh. Meskipun martabak, ada brand yang lebih baik. Sekarang kan yang kita jual bukan fixed asset, light asset, tapi 'brand value' yang kita jual saat ini," kata Jokowi.

Dalam pandangan Jokowi, usaha makanan atau minuman di Indonesia yang dirintis oleh pemuda di Indonesia memiliki potensi perkembangan yang baik. "Tapi sekali lagi ini kompetisi persaingan dan pertarungan antar brand itu sangat cepat sekali," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Di lain hal, Jokowi mendorong pebisnis minuman kopi Tanah Air untuk mempromosikan sektor hulu industri kopi di Indonesia.

"Menurut saya yang lebih penting, keuntungannya justru jauh lebih banyak apabila kita bisa melihat proses bisnisnya sampai betul-betul tersajikannya kopi itu di pembeli atau konsumen. Karena justru keuntungan yang terbesar ada di situ," katanya.

Presiden mengatakan, budidaya kopi penting untuk dilakukan. Namun dengan promosi di sektor hulu akan mengangkat harga komoditas bagi petani kopi. Presiden juga mengajak semua pemangku kepentingan industri kopi untuk membesarkan nama Indonesia di tingkat global melalui sejumlah varietas kopi yang beragam.

"Saya kira banyak daerah-daerah baik di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur termasuk di Papua memiliki kesempatan untuk membesarkan Indonesia sebagai produsen kopi terbesar di dunia karena memang lahannya ada," ujar Presiden.


Kalstar Aviation berhenti terbang, Kemenhub pastikan tiket sudah terbeli diganti
Kasus asuransi duduki peringkat ke-7 terbanyak dilaporkan ke YLKI
5 Puja puji kenaikan peringkat daya saing Indonesia 2017 ke posisi 36
Kemenhub hentikan sementara operasional Kalstar akibat terlilit masalah keuangan
Peringkat daya saing RI naik, Menhub Budi tolak berpuas diri

(mdk/idr)