Pesawat buatan anak bangsa CN-235 dan Nurtanio dipamerkan di pertemuan IMF-World Bank

UANG | 10 Oktober 2018 10:34 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - PT Dirgantara Indonesia memboyong sejumlah produknya termasuk pesawat CN-235 dan N219 Nurtanio ke Paviliun Indonesia di Nusa Dua, Bali, untuk dipamerkan kepada para delegasi pertemuan tahunan IMF-WB 2018.

"Sudah ada beberapa delegasi IMF-WB yang tertarik dengan produk-produk PT Dirgantara, di antaranya ada menteri menteri dari Madagaskar dan Somalia," kata Rosyita Rahman, duta BUMN yang bertugas memberikan penjelasan kepada para pengunjung di Paviliun Indonesia, Nusa Dua, Rabu (10/10).

CN 235 adalah pesawat penumpang sipil angkut kelas menengah bermesin dua. Pesawat bermesin turboprop tersebut rancangan bersama PT DI dan CASA Spanyol. "Yang menarik bagi para delegasi adalah CN 235 ini bisa diubah modusnya dalam waktu satu jam di mana pesawat bisa jadi pesawat penumpang, pesawat logistik dan pesawat medis," kata Rosyita.

Selain CN 235, PT DI juga memamerkan pesawat N219 yang diberi nama Nurtanio.

N219 adalah pesawat komuter kategori CASR 23, dengan kapasitas 19 penumpang.ï¿Â½ N219 dikembangkan sejak tahun 2014 oleh PT DI yang bekerjasama dengan LAPAN. N219 cocok digunakan di wilayah perintis dan pegunungan sehingga mampu meningkatkan konektivitas dan aksesbilitas antar-daerah.

"N219 akan disertifikasi oleh DGCA / Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (Indonesia) dan EASA (Eropa). Keunggulannya antara lain bisa short take off dan landing dan mudah dioperasikan di daerah terpencil, bisa self starting tanpa bantuan ground support unit," kata Rosyita.

Selain itu, pesawat jugaï¿Â½dilengkapi teknologi yang memungkinkan biaya operasi dan pemeliharaan rendah karena pesawat tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya.

"Kabinnya terluas di kelasnya dan serbaguna untuk berbagai macam kebutuhan," katanya.

Pesawat buatan Indonesia sebelumnya memang sudah dilirik negara-negara Afrika. Pada April 2018, PT DI menandatangani kesepakatan penjualan pesawat CN-235 dan NC-212 senilai 75 juta dolar AS dengan angkatan udara Senegal dan Pantai Gading.

Dalam kesepakatan itu Indonesia menjual dua unit pesawat NC-212 seri 200 yang digunakan untuk pengawasan maritim dan satu unit CN-235 seri 220 untuk pesawat patroli maritim angkatan udara Senegal, serta satu unit CN-235 seri 220 untuk transportasi militer angkatan udara Pantai Gading.

Baca juga:
Di IMF-World Bank, Gubernur BI pamer kekuatan ekonomi RI ke bos bank sentral New York
Mobil-mobil mewah pengantar tamu delegasi Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018
Mobil-mobil mewah pengantar tamu delegasi Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018
Perdagangan elektronik dunia USD 3 T, LPEI dorong daya saing UKM berorientasi ekspor
BUMN raup investasi Rp 200 T di pertemuan IMF-World Bank, ini daftar proyeknya
Sri Mulyani dan bos IMF curhat soal kesetaraan gender di pertemuan IMF-World Bank

(mdk/idr)